Korban Banjir Bandang
Dimata Keluarga, Johannes Merupakan Anak yang Baik
Abang beradik asal Pematangsiantar, yang menjadi korban banjir bandang di Pelaruga tepatnya di Pemandian Kolam Abadi, Desa Rumah Galoh,
Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Abang beradik asal Pematangsiantar, yang menjadi korban banjir bandang di Pelaruga tepatnya di Pemandian Kolam Abadi, Desa Rumah Galoh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat sebelum mengunjungi lokasi hingga terseret air masih sempat pergi ibadah ke gereja.
"Kami ke Pelaruga pada hari Minggu sekitar pukul 11 pagi. Ada berempat kami yaitu, saya, kembaran saya si Andreas, abang saya si Johannes, dan adek perempuan saya si Gloria. Kami pergi ke sana setelah selesai melakukan ibadah hari Minggu di gereja, saat ke sana kami sudah hujan, cuma masih belum deras," ujar Andreasi, korban selamat dari banjir bandang, Senin (30/5/2016).
Menurut Andreasi, kepergian mereka ke Pelaruga adalah ajakan dari abangnya yang menjadi korban meninggal dalam bencana alam tersebut.
"Kami ditelpon sama abang itu, kami diajak liburan karena kami pas libur, si Gloria ini baru tamat SMP," ujarnya.
Ayah korban, P Simamora menyampaikan bahwa ia sempat ditelpon anak-anaknya saat berangkat ke Pelaruga.
"Semalam saya sempat ditelpon anak-anak, mereka minta didoakan karena mereka mau jalan-jalan ke lokasi wisata itu. Tapi beginilah jadinya," ujarnya sambil terisak.
Simamora menyampaikan bahwa anaknya Johannes adalah anak yang baik dan sangat peduli dengan keluarga.
"Sangat baik, dia ini berprestasi, dia kerja sebagai trainer di Fitnes, sama adek-adeknya juga sangat baik," ujarnya.
Akibat banjir bandang ini, anggota keluarga Simamora kehilangan dua anaknya yaitu anak sulung (Johannes) dan anak bungsu (Gloria). Keduanya rencananya akan dikebumikan besok.
(ryd/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-duka-dipadati-warga-yang-melayat-tribun-medan_20160530_132156.jpg)