Adenium Tetap Jadi Tanaman Hias Favorit
Bonggol yang besar dengan cabang batang yang unik dan bunga mekar menjadi daya tarik adenium.
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan/Hendrik Fernandes
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Adenium masih menjadi tanaman hias yang populer di Medan.
Pemilik Ketaren Nursery, Natanail Karo-karo mengatakan, tanaman adenium berasal dari negara arab yang berhasil dikembangkan di Thailand.
"Semua yang ada di sini berasal dari Thailand. Saya beli bibit berbentuk biji seharga Rp 500. Dalam sekali pembelian biasanya langsung lima ribu biji. Saya juga beli bibit yang sudah berbatang usia enam hingga tujuh bulan seharga Rp50 ribu per batang. Sebenarnya bibit adenium bisa kita beli dari Gersik dan daerah lain di Jawa. Tapi karena keterbatasaan jumlah saya sering tidak dapat, kalau dari Thailand selalu ada," Kata Natanail di Ketaren Nursery, Jalan Asrama Medan, Kamis (30/6/2016).
Natanail mengaku nursery tanaman hias di Medan belum mampu mengembangkan pembibitan adenium.
"Seharusnya ada penyuluhan dari Pemko, agar ada perputaran ilmu," sebutnya
Adenium sering kali dipelihara dengan cara dibonsai atau dikerdilkan.
"Sejak 2004 saya sudah mengguluti tanaman hias adenium. Saya melakukannya secara otodidak. Orang Indonesia sangat suka dengan tanaman ini, apalagi dikelola dalam bentuk bonsai. Adanium tidak sama dengan tanaman lain saat dibonsai. Bonggol yang besar dengan cabang batang yang unik dan bunga mekar menjadi daya tarik tanaman ini. Saya pernah jual adenium hingga Rp10 juta," Kata Natanail.
Dirinya mengungkapkan, mengembangkan adenium juga punya tantangan.
"Kita harus ganti media (tanah) setiap empat bulan. Belum lagi musim hujan bunga bisa rontok. Tidak ada juga ruang diskusi atau penyuluhan mengenai tanaman ini di Medan," sebut Natanail. (cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/adenium_ketaren-nursery_20160630_145222.jpg)