Legenda Pusuk Buhit
Geger, Batu Hobon Tempat Mula Bermukim Raja Batak Terbelah
"Kami tidak menerima, saya juga selaku Boru Sariburaja tidak terima. Keasliannya sudah dihilangkan,"
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Randy P.F Hutagaol
"Tidak ada musyawarah kepada keturunan Guru Tatea Bulan. Saya sudah berdiskusi dengan ketua Guru Tatea Bulan ND Malau, dan Ketua Pomparan Sariburaja S Pasaribu. Kami meminta ini dihentikan," kata Enni saat dihubungi www.tribun-medan.com.
Baca: Cerita Jeruk Purut, Sirih, dan Telur Ayam Kampung di Pusuk Buhit
Tak hanya itu, ia juga meminta pihak yang melakukan renovasi bertanggungjawab.
"Kami tidak menerima, saya juga selaku Boru Sariburaja tidak terima. Keasliannya sudah dihilangkan," sambungnya.
Disinggung mengenai pelaku renovasi, Enni tak mengetahui pasti. Namun ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir mengetahui hal ini.
"Tidak tahu pasti, tapi saya yakin Pemkab Samosir tahu. Siapapun kami minta sekali lagi hentikan proses ini," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
Berita Terkait