Semifinal AFF Suzuki Cup 2016
Memaksimalkan Modal Satu Gol
Di Vietnam, media-media lokal mengobarkan provokasi. Modal satu gol Indonesia disebut sebagai modal kecil yang mudah dipatahkan.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Tapi jika ditelaah secara menyeluruh, Vietnam tidak terlalu kuat. Mereka satu tingkat di bawah Thailand yang di babak grup mengalahkan Indonesia (4-2) karena bermain lebih sabar.
Fakta lain adalah "tradisi". Lima pertandingan terakhir di kandang Vietnam, Indonesia mencatat rekor lumayan. Satu kali menang, tiga kali imbang, dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan (2-3) terjadi pada 8 November 2016, dalam laga ujicoba internasional. Laga kedua Indonesia setelah bebas dari sanksi FIFA.
Di Vietnam, media-media lokal mengobarkan provokasi. Modal satu gol Indonesia disebut sebagai modal kecil yang mudah dipatahkan. Namun, Pelatih Viernam, Nguyen Huu Thang, mewanti-wanti pemainnya untuk tidak gegabah.
"Peluang kami besar. Kami bisa mengalahkan Indonesia dan maju ke final. Tapi kami harus sangat hati-hati. Indonesia tim kuat dan jika kami lengah, kami bisa kebobolan dan itu akan sangat menguntungkan mereka. Indonesia punya kesempatan melakukannya karena mereka punya pemain-pemain yang sangat berbahaya," ujarnya.
Nguyen Huu Thang menunjuk Boaz sebagai pemain Indonesia yang paling patut diwaspadai. Selain kecepatan, determinasi, penguasaan bola dan kemampuan merangsek ke kotak penalti, Boaz juga punya modal lain. Gawang Vietnam terbilang "ramah" untuknya. Sejak bermain kontra Vietnam pertama kali pada 2004, Boaz telah melesakkan tiga gol.
"Dia bukan lagi pemain muda. Usianya 30 tapi dia bermain seperti pemuda 26 tahun. Bisa berlari tanpa henti, dan tiap kali bola di kakinya berarti ancaman bagi kami. Boaz, juga pemain nomor 21 (Andik) dan nomor 14 (Rizki Pora), akan kami waspadai," katanya.

RISKY Pora
Alfred Riedl menunjukkan keoptimistisan serupa. Riedl yakin pertandingan akan selesai dalam 90 menit dan Indonesia akan melangkah ke final.
"Saya tidak berpikir (pertandingan ini berakhir dengan) penalti. Saya tidak suka penalti. Tidak ada satu pun kesebelasan yang dijamin menang dalam adu penalti. Saya ingin, dan yakin, pertandingan ini selesai di waktu normal, dan Indonesia pemenangnya," ujar Riedl.
Jika berhasil melewati Vietnam, besar kemungkinan Indonesia akan kembali berhadapan dengan Thailand. Pada pertandingan putaran pertama, Thailand menggulung Myanmar 2-0. Putaran kedua digelar di Bangkok.(t agus khaidir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/indonvietnam4_20161207_135854.jpg)