Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Polisi Prioritaskan Jaga 4 Titik

Menurut Erry, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan momen berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Tribun Medan / Array
Petugas Jihandak Yon Zipur I/DD saat melakukan sterilisasi di Gereja HKBP Dame. Tindakan sterilisasi ini dilakukan guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat yang melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru, Jumat (23/12/2016). (Tribun Medan / Array) 

- Kerahkan 10 Ribu Personel Amankan Natal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi berharap kondusivitas Sumut semakin terjaga, sehingga masyarakat yang melaksanakan kegiatan Natal dan Tahun Baru 2017 merasa aman dan nyaman.

Menurut Erry, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan momen berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Mobilisasi masyarakat akan meningkat sehingga muncul titik konsentrasi di tempat tertentu.

Untuk itu, personel akan disiagakan guna mencegah aksi teror di lokasi tersebut. "Peningkatan aktivitas ini harus diantisipasi aparat keamanan. Makanya, kita gelar operasi lilin selama 10 hari sejak hari ini," kata Erry.

Operasi Lilin 2016 mengerahkan 85.744 personel Polri, 15.096 personel TNI, 55.130 personel gabungan dari Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, dan Jasa Raharja. Para personel akan ditempatkan di 1.609 pos pengamanan dan 634 pos pelayanan.

"Saya berharap operasi ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari pelayanan yang diberikan. Mari sama-sama kita jaga kondusivitas Sumut," katanya dikutip dari Kompas.com, Jumat (23/12).

Kapolda Sumut Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel mengatakan, untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, pihaknya menurunkan sekitar 10 ribu personel.

"Daerah yang menjadi prioritas keamanannya adalah Kota Medan. Ini prioritas utama, disusul berapa daerah seperti Tanjungbalai, Tapsel dan Simalungun," kata Rycko.

Sebelumnya, Kapolda Sumut mendatangi tiga gereja di Medan untuk memastikan persiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja Kathederal di Jalan Pemuda Medan, Gereja GPIB Imanuel Jalan Diponegoro, Medan, dan Gereja HKBP di Jalan Sudirman Medan.

Tak Ada Pengaman Khusus

Di Gereja Katedral Medan tidak ada persiapan pengamanan khusus pada saat merayakan Natal. Pihak gereja menyerahkan keamanan perayaan Natal kepada pihak kepolisian.

"Keamanan kita serahkan kepada pihak kepolisian," kata Pastor Sesarius Petrus,

Pastor Paroki Santa Maria Dikandung Tanpa Dosa Asal-katedral Medan, Jumat.

Ia mengatakan, selama masa Natal, pengamanan ibadah adalah tanggung jawab bersama seluruh umat. Sebab, katanya, keamanan tidak hanya perlu saat Natal, tapi merupakan kebutuhan pribadi.

"Keamanan adalah kebutuhan kita bersama. Kebutuhan sehari-hari," katanya.

Walau tidak memiliki persiapan khusus, namun ia meminta jemaat meningkatkan kewaspadaan. Jika perlu setiap orang yang datang wajib mengisi buku tamu, sehingga bisa diidentifikasi.

"Kita tingakatkan kewaspadaan. Kenali siapa yang hadir," katanya. Namun, pastor asal Flores tersebut menambahkan, mereka tetap akan menerima jemaat lain yang ingin beribadah dengan tangan terbuka, tanpa memilah-milah jemaat yang hadir.

"Mau Katolik mau tidak, kita tetap terima. Kita berusaha untuk menciptakan tempat aman yang nyaman untuk siapa saja," katanya.

Sesarius mengatakan, Natal adalah momen kelahiran Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Ia mengatakan, dengan kehadiran Yesus di tengah-tengah jemaat akan memberikan rasa damai.

"Menjadi harapan semua orang agar Natal berjalan damai," katanya. Ia menambahkan, penangkapan terduga teroris Roni Syamsudi Lubis alias Syafii, menimbulkan rasa waswas dan cemas bagi masyarakat. Namun, katanya, sebagai orang yang beriman, jemaat Katolik diharapkan bisa bertindak dan berpikir positif.

"Khawatir dan cemas wajar. Tapi tidak curiga dan benci," katanya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting memastikan, perayaan Natal 2016 di Sumatera Utara akan berjalan aman. Ia mengatakan, Polda Sumut akan bekerja keras untuk mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru.

Rina menambahkan, seluruh kekuatan Polri dan TNI beserta jemaat gereja akan bahu-membahu melakukan pengamanan. Ia menambahkan, Kapolda telah memerintahkan kapolres beserta jajarannya untuk mengamankan gereja.

Menurutnya, jumlah petugas kepolisian beserta TNI akan diterjunkan ke lokasi gereja akan disesuaikan dengan estimasi jumlah jemaat yang akan beribadah. "Jumlah personel akan disesuaikan. Bila jemaatnya banyak, maka personelnya juga banyak," katanya.

Ia mengatakan, polisi memiliki pola pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat. Awalnya, petugas akan melakukan sterilisasi di luar gereja dan lahan parkir. Setelah dianggap aman, maka pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.

"Setelah kita melakukan sterilisasi di luar, pengamanan selanjutnya dilakukan di ruangan. Setelah aman, jemaat baru dipersilakan masuk," katanya.

Rina meminta, untuk meminimalisir benda terlarang yang akan dibawa orang-orang tertentu, Polda Sumut mengimbau jemaat tidak membawa tas sandang atau tas perempuan.

"Kita imbau agar jemaat tidak membawa tas," katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja agar menyediakan meja panjang untuk memeriksa barang bawaan jemaat. "Kalau pun ada yang bawa tas kita akan periksa dan minta tas bawaannya di letakkan di luar," katanya.

Resah
Sintua Gereja HKBP Dame Jalan Pembangunan, Gang Dame No14 Helvetia, Kastor Simanjuntak, dan Guru Huria Gereja K Silalahi mengaku, resah dengan adanya teror bom yang dilakukan orang tak dikenal beberapa hari lalu.

Namun, kata Kastor, mereka telah memikirkan beberapa langkah untuk mengantisipasi ancaman bom pada perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini.

"Dengan kunjungan Beliau-beliau (Jihandak Yon Zipur I/DD) ini, tentu mengingatkan kami untuk lebih waspada. Ada beberapa hal yang sudah kami sampaikan ke jemaat guna mengantisipasi tindakan bom. Pertama, tidak membawa tas yang dirasa tidak perlu," kata Kastor, kemarin.

Ia menambahkan, jemaat juga diminta untuk mengawasi orang yang tidak dikenal. Apabila ada orang tak dikenal berkeliaran di dalam gereja, sebaiknya jemaat segera melapor.

"Kami juga meminta kepada para jemaat untuk tidak mengenakan jaket yang dirasa berlebihan. Kami juga meminta beberapa jemaat melakukan penjagaan di pintu masuk," kata Kastor.

Pada perayaan Natal tahun ini, lanjutnya, tim pengamanan akan secara bergantian duduk di dekat pintu masuk. Ini guna memudahkan pemantauan dan melihat orang asing.

"Semua akan dapat giliran berjaga. Karena, ini demi kenyamanan jemaat yang beribadah di gereja sini," ungkap Kastor.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Batalyon Zeni Tempur I/Dhira Dharma melakukan strelisasi. Simak selengkapnya di edisi cetak Harian Tribun Medan, Sabtu (24/12/2016)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved