Smart Biker

Modifikasi Sepeda Motor Mio Sporty untuk Keperluan Balap

Proses modifikasi dimulai pada April 2016, di mana ia mempercayakan pembangunan sepeda motornya di Gopal Garage Jalan Ceret, Medan.

Tribun-Medan.com/ Hendrik Naipospos
Sepeda motor Mio Sporty 2011 dimodifikasi untuk keperluan balap, di Pendopo USU, Selasa (27/12/2016). (Sepeda motor Mio Sporty 2011 dimodifikasi untuk keperluan balap, di Pendopo USU, Selasa (27/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terkesan dengan tampilan sepeda motor drag bike menjadi alasan utama Muhammad Bima Satria memodifikasi total sepeda motor Mio Sporty 2011 miliknya menjadi sepeda motor balap.

Proses modifikasi dimulai pada April 2016, di mana ia mempercayakan pembangunan sepeda motornya di Gopal Garage Jalan Ceret, Medan.

Kapasitas mesin yang awalnya hanya 110 CC kini telah berkapasitas 200 CC. Bima menuturkan, bahwa proses pengerjaan dilakukan selama satu bulan.

"Gara-gara nonton pertandingan drag bike, jadi suka sama motor balap. Tak lama dari nonton pertandingan, saya langsung modifikasi Mio Sporty jadi sepeda motor drag," sebut Bima kepada Tribun di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (27/12/2016).

Mencapai performa maksimal, sepeda motor ini menggunakan piston merek Moto One dengan diameter 66 mm. Bima menceritakan, hingga kini sepeda motornya mencatatkan waktu terbaik yakni 7,9 detik.

"Panjang lintasan drag itu 201 meter, waktu terbaik sepeda motor saya 7,9 detik. Sangat cepat," sambungnya.

Baca: Harley Dimodifikasi dengan Model Cafe Racer

Baca: Richard Tak Gunakan Bahan Plastik dalam Modifikasi Sepeda Motor

Di bagian knalpot ia mempergunakan knalpot merek Kawahara k2, sedangkan di ban Bima memilih IRC, dengan ukuran ban depan yaitu 50/90-17 dan ban belakang 60/80-17.

"Bedanya ban depan sama belakang itu di tipe, kalau depan IRC Speed King, belakang aku pakai IRC Eat My Dust," jelas Bima.

Bima mengungkapkan, untuk proses modifikasi ini ia telah menghabiskan dana sekitar Rp 15 juta, di mana dana terbesar merupakan proses tune up mesin.

Harga yang relatif mahal ini seakan terbayarkan dengan berbagai prestasi yang telah ia raih, di antaranya memenangkan berbagai Kejuaran Daerah (Kejurda) Provinsi Sumatera Utara.

"Pertama kali balap langsung juara. Motor saya tampil di kelas 200 CC Tune Up. Kejuaraan pertama motor saya langsung meraih juara kedua dalam Drag Bike Racer Day Out, Mei 2016 lalu," ungkap Bima.

Muhammad Bima Satria_Mio Sport
Muhammad Bima Satria memperlihatkan sepeda motor drag bikenya di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (27/12/2016). (Tribun-Medan.com/ Hendrik Naipospos)

Keberhasilannya dalam Drag Bike Racer Day Out diikuti oleh juara-juara di kompetisi selanjutnya. Bima menjelaskan, bahwa prestasi yang ia raih turut menjadi ajang pembuktian kepada para temannya yang sempat tak meyakini kesanggupan dirinya menciptakan sepeda motor balap.

"Awal mau buat sepeda motor balap, aku diejek sama teman yang lain. Ketika juara, akhirnya menjadi bukti ke mereka bahwa saya dan Bengkel Gopal bisa buat sepeda motor balap," ucapnya mengakhiri.

biofile
Nama : Muhammad Bima Satria
Tempat, tanggal lahir : Medan, 13 September 1997
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat: Jalan Ayahanda, Medan
Instagram: Muhammadbima8

Modifikasi
- Mesin
Kapasitas Mesin : 200 CC
Diameter Klep : in 33 mm, ex 28 mm
Piston : Moto One
Diameter Piston : 66 mm
CDI : Rextor Limited Edition
Karburator : Keihin PE 28

- Eksterior
Jok : Custom
Ban Depan : IRC Speed King 50/90-17
Ban Belakang : IRC Eat My Dust 60/80-17
Stang : Custom
Knalpot : Kawahara K2
Pelek : Jin Fei
Rangka : Standar Custom
Shock : G@zi

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved