Dua Pohon Trembesi Raksasa nan Bersejarah Ini Ditebang, Berikut Alasannya

Dua pohon trembesi raksasa itu akhirnya ditebang. Pohon bersejarah ini sudah memang harus ditebang berdasarkan hasil penelitian Dinas Pertanian,"

Tribun-Medan.com/ Hendrik Naipospos
Tiga petugas Dinas Pertamanan Kota Medan terlihat kesulitan memotong cabang pohon trembesi di Jalan Balai Kota, Medan, Jumat (13/1/2017). (Tribun-Medan.com/ Hendrik Naipospos) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pohon trembesi raksasa di Lapangan Merdeka Medan ditebang oleh Dinas Pertamanan Kota Medan, Jumat (13/1/2017).

Kepala Dinas Pertamanan, Zulkifli Sitepu menyebutkan kedua pohon ini ditebang berdasarkan pertimbangan dari Dinas Pertanian dan Kelautan dan persetujuan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

"Ini ditebang berdasarkan hasil penelitian dari Dinas Pertanian. Sudah tak layak katanya," Sebut Zulkifli kepada www.tribun-medan.com di Merdeka Walk.

Sebuah mobil tergencet akibat pohon trambesi tumbang di Lapangan Merdeka Kota Medan
Sebuah mobil tergencet akibat pohon trambesi tumbang di Lapangan Merdeka Kota Medan

Satu di antara pekerja di Merdeka Walk, Agus menyambut baik hal ini. Ia mengakui, bahwa selama ini ia memiliki kekawatiran bekerja di Merdeka Walk.

"Senang dari pada tiba-tiba tumbang saat jam kerja. Itu yang selama ini saya pikirkan," ucapnya.

Pohon trembesi ini bukanlah sekadar pohon raksasa. Pohon ini merupakan ikon Medan yang telah ditanam saat masa kolonial.

"Saya tahu ini pohon sejarah, sayang juga sebenarnya ditebang. Tapi ini imbas kesalahan pengelola sejak dulu," ucapnya mengakhiri.

Renggut Korban

Pohon trembesi peninggalan masa kolonial yang tumbang di Lapangan Merdeka, Medan, menimpa beberapa pengguna jalan, Senin (9/1/2017) lalu.

Dua di antara korban dirawat di Rumah Sakit Islam Malahayati yang berada di Jalan Diponegoro Medan.

Dokter yang melakukan pemeriksaan menolak memberikan penjelasan perihal kondisi korban.

"Sudah diperiksa dan sudah dirontgen,"kata satu di antara dokter yang juga menolak menyebutkan indentitas diri.

Kondisi rumah sakit tergolong kondusif, keluarga korban mulai berdatangan ke RS Islam Malahayati.

Satu di antara keluarga korban, Antoni mengatakan korban tertimpa pohon yang dirawat adalah adik kandungnya bernama Andi (40) dan keponakannya bernama Fahreza (10).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved