Dua Pohon Trembesi Raksasa nan Bersejarah Ini Ditebang, Berikut Alasannya
Dua pohon trembesi raksasa itu akhirnya ditebang. Pohon bersejarah ini sudah memang harus ditebang berdasarkan hasil penelitian Dinas Pertanian,"
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Randy P.F Hutagaol
Kedua korban tiba di RS Islam Malahayati sekitar pukul 13.30 WIB. Antoni menjelaskan, bahwa kondisi adik dan keponakannya menderita luka berat di dada dan punggung.
"Mereka naik sepeda motor honda revo BK 4353 AH dari sekolah Jalan Skip menuju rumah Jalan Buka Tujuh Gang Permai. Kondisi tidak ada luka dalam," sambungnya.
Ia menegaskan akan menuntut rugi ke Pemko Medan terkait kejadian ini.
"Kami mau minta ganti rugi ke pihak pemko. Harus ada solusi mengganti biaya perobatan dan perbaikan sepeda motor," katanya.
Buang badan
Kepala Dinas Pertamanan, Zulkifli Sitepu mengatakan kalau terjadinya pohon trembesi yang tumbang di Lapangan Merdeka, Medan merupakan kesalahan pengelola Merdeka Walk.
Orang nomor satu di Dinas Pertamanan ini mengatakan pengelola Merdeka Walk tidak pernah meminita izin melakukan pemugaran dan pemasangan lampu hias di batang pohon trembesi yang tumbang itu.
"Mereka tidak meminta izin kepada kami. Mereka akan kami panggil untuk mempertanggungjawabkan hal ini," kata Zulkifli di Lapangan Merdeka, Medan (9/1/2017).
Hingga kini, Zulkifli mengakui, bahwa ia belum berkomunikasi dengan pengelolah Merdeka Walk.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian akan melakukan penelitian perihal tumbangnya pohon trembesi.
"Ke pengelola belum, tapi Dinas Pertanian sudah. Kami akan melakukan penelitian, apabila benar karena pemugaran dan lampu hias maka semuanya akan kita bongkar," sambungnya.
Mempercepat proses pengangkatan pohon trembesi, Dinas Pertamanan terlihat mengerahkan 10 unit gergaji mesin, 6 unit Truk, 4 unit motor tangga dan berbagai alat berat lainnya.
(cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dinas-pertamanan_20170113_134347.jpg)