Catatan Sepakbola
Pemain Buangan Bisa Apa
Apakah pemain buangan secara otomatis merupakan pemain buruk? Tentu saja tidak. Dalam hal ini, mesti dicermati lebih dulu, dari mana mereka terbuang.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
DI dunia sepakbola, ada istilah jelek namun kadangkala justru memunculkan kejutan yang menyenangkan. Pemain buangan. Pemain yang disisihkan, disingkirkan, atau disia-siakan. Not valuable player.
Pemain-pemain ini umumnya gagal bersinar karena kalah bersaing dan tidak mendapatkan tempat di klub. Baik tempat di jajaran starting line up dalam tiap pertandingan maupun sekadar untuk duduk di bangku cadangan.
Demi menyelamatkan karier, mereka meminta --atau terpaksa menerima kebijakan-- dipindahkan ke klub lain. Klub yang memang memungkinkan bagi mereka untuk mendapat jam bermain yang lebih lama.
Apakah pemain buangan secara otomatis merupakan pemain yang buruk? Tentu saja tidak. Dalam hal ini, mesti dicermati lebih dulu, dari mana mereka terbuang.
Pemain-pemain yang tersingkir dari Real Madrid, misalnya, malah menjadi pemain-pemain utama di klub barunya. Gonzalo Higuain cemerlang di Napoli dan sekarang melanjutkan kegemilangannya bersama Juventus. Ada Angel Di Maria di PSG, Mesut Ozil di Arsenal, Iker Casilas di FC Porto. Jangan pula dilupa nama Wesley Sneijder, Esteban Cambiasso, dan Arjen Robben.
Kemudian catat nama-nama ini: Paul Pogba, Gerard Pique, Yaya Toure, Philippe Coutinho, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Pogba dibuang Manchester United ke Juventus dengan harga sangat murah. Di Turin dia melesat dan membuat Manchester United jatuh cinta lagi dan membelinya kembali dengan harga yang memecahkan rekor transfer dunia.
Pogba masih terlalu muda dan dinilai belum cukup matang untuk bersaing mendapatkan tempat di lini tengah Manchester United yang ketika itu memang dihuni gelandang-gelandang kelas premium. Pembuangan Gerard Pique ke Barcelona juga didasari alasan serupa.
Toure melejit jadi superstar di Manchester City setelah terbuang dari Barcelona. Dan Inter Milan melepas Coutinho ke Liverpool, klub di mana dia sekarang jadi sosok tak tergantikan yang berperan melejitkan kembali Liverpool ke jajaran elite Liga Inggris.
Aubameyang? AC Milan barangkali menyesal membuangnya ke banyak klub. Lima tahun direkrut sejak tim pemandu bakat menyodorkan namanya sebagai pemain masa depan klub, waktu Aubameyang lebih banyak dihabiskan untuk menjalani masa peminjaman dari satu klub ke klub yang lain, sampai akhirnya pada tahun 2012 dijual dengan harga murah ke Saint-Etienne. Dua tahun berselang, dia direkrut Borussia Dortmund dan sekarang menjadi satu di antara pemain paling berharga.
Intinya, tidak ada yang salah dari pemain buangan. Namun sekali lagi, perlu digarisbawahi (tebal-tebal dan dengan tinta berwarna menyolok), buangan --dibuang maupun terbuang-- dari klub mana?
Pertanyaan ini sengaja saya kedepankan untuk menyikapi rencana perekrutan pemain yang dilakukan oleh Tim Pelatih (dan manajemen?) PSMS. Rencana yang menurut saya sungguh menggelikan --untuk tidak menyebutnya menyedihkan.
Pelatih Kepala PSMS, Mahruzar Nasution, mengatakan bahwa sejumlah pemain, tujuh atau delapan pemain akan direkrut untuk melengkapi skuat. Sebelumnya telah dipilih 12 pemain dari seleksi berjalan yang digelar sejak satu setengah bulan lalu.
Tujuh atau delapan pemain ini, nantinya, akan didatangkan dari PS TNI. Tepatnya pemain yang tidak lolos seleksi pembentukan PS TNI.
Saya benar-benar terperanjat dan sempat berkeyakinan kabar ini tidak benar. Lantaran itu saya memastikan kembali dan --alamakjang (!)-- ternyata memang benar adanya.
Sungguh, bagi saya, kadar kekonyolan kabar ini hanya termungkinkan untuk disaingi oleh peristiwa terbelahnya PSMS beberapa tahun lalu --keterbelahan yang membuat lapangan Stadion Kebun Bunga "dibelah" untuk tempat berlatih dua PSMS.
Higuain dan Ozil dibuang dari Real Madrid, Pogba dari Manchester United, Coutinho dari Inter, Aubameyang dari AC Milan. Lalu siapa pemain-pemain yang terbuang yang akan ditampung PSMS dari PS TNI? Siapa PS TNI? Klub hebat dan tangguh dengan tradisi panjang dan penuh prestasi di kancah sepakbola Indonesia? Apakah sehebat Persib atau Persipura? Sebesar Arema? Sementereng Sriwijaya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ps-tni1_20170119_122138.jpg)