Breaking News

Pemerintah Kabupaten Simalungun

Danau Toba Sudah Tercemar Karena Hal Ini, Resman Saragih: Tanggungjawab BLH

"Iya benar itu soal lintah dan kutu di air Danau Toba. Tapi kurang tahu saya bagaimana itu penanganannya. Lebih tepatnya tanya saja ke BLH."

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan / Dedy
Aktivis Pejuang Danau Toba saat menelusuri temuan hewan sejenis lintah di perairan Danau Toba, Jumat (17/2/2017). (Tribun Medan / Dedy) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Saban tahun diketahui air di Danau Toba telah dicemari lintah dan kutu yang bersarang di bebatuan dan air.

Kondisi seperti ini dikhawatirkan membuat wisatawan menjadi takut menikmati Danau Toba yang saat ini merupakan satu dari 10 Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang ada di Indonesia.

Baca: Lagu Hadiah Ultah Pernikahan Raffi-Gigi Bikin Netizen Menangis

Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, Resman Saragih. Saban tahun dirinya sudah tahu adanya hama lintah dan kutu di Danau Toba. Namun dirinya meminta agar pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang seharusnya lebih layak menjelaskan.

"Iya benar itu soal lintah dan kutu di air Danau Toba. Tapi kurang tahu saya bagaimana itu penanganannya. Lebih tepatnya tanya saja ke BLH. Mereka lah yang lebih tahu itu gimana penjelasannya dan sumbernya dari mana kok bisa ada," kata Resman Saragih lewat sambungan telepon seluler, Jumat (17/2/2017).

Baca: Ya Ampun, 125 Anggota TNI Menunggu Giliran Dipecat dengan Kasus Ini

Sebelumnya, hama hewan air sejenis lintah dan kutu ini diketahui setelah beberapa aktivis Pejuang Danau Toba melakukan penyelaman di dalam air dan menemukan sumber populasi binatang berbahaya itu dari limbah industri perikanan Keramba Jaring Apung (KJA) milik perusahaan raksasa PT Aquafarm Nusantara (AFN).

Aktivis Danau Toba, Holmes Hutapea mengungkapkan, hewan spesies lintah dan kutu dipicu dari polusi limbah industri perikanan seperti makanan dan kotoran ikan.

Kemudian berproses sehingga muncul binatang sejenis lintah dan kutu yang kerap ditemukan di tubuh ikan dan bebatuan dalam air.

Perubahan ekosistem danau tersebut berlangsung selama berdirinya perusahaan PT Aquafarm yang diduga mengeksploitasi keutuhan sumber daya Danau Toba selama 18 tahun.

Baca: So Sweet, Begini Nih Ucapan Ulang Tahun dari Ayu Ting Ting untuk Raffi dan Nagita

Disebut juga, Kelompok Pejuang Danau Toba ini sudah membawa sampel ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Simalungun yang bertempat di Kelurahan Parapat, dengan mengumpulkan lintah dan kutu yang dimasukkan ke dalam botol.

"Kita sudah berikan sampel ke BLH Simalungun. Tapi sampai sekarang tidak ada ditanggapi. Mereka terkesan menutup diri. Karena kita tahu, dari tingkat provinsi dan kabupaten sampai yang terendah sudah dapat saweran" tukas Holmes, mantan personil penyelam PT Aquafarm.

Limbah industri perikanan milik perusahaan PT Aquafarm yang mengendap di air Danau Toba dan sikap BLH yang terkesan tidak peduli mengakibatkan persoalan pencemaran lingkungan ini terabaikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved