Nasib Baik, Pengusaha Sawit Lolos Dari Terkaman Ular Pyton Seberat 300 Kg
Awang Jemahat, (40) masih bernasib baik karena sempat melarikan diri ketika ular seberat sekitar 300 kilogram itu mencoba menerkamnya hidup-hidup.
Saksi kemudian menghubungi polisi setlah mendapati Safar tak berhasil diselamatkan nyawanya.
adik ipar Safar bernama Mohd. Arman Kromokaryo mengungkapkan kejadian tratgis yang menimpa kakak iparnya itu terjadi saat Safar dalam perjalanan pulang dari rumah kawannya ke ladang peternakan ayam tempat kakak iparnya itu bekerja.
“Saya hanya mendapat tahu mengenai musibah menimpa abang ipar selepas diberitahu pulang dari tempat saya bekerja pada jam 10 malam,” kata Arman yang juga seorang buruh di sebuah kolam peternakan ikan di Pekan, Pahang.
Menurut Arman, 36, mandor tempatnya bekerja dihubungi oleh mandor kakak iparnya dan selanjut ia segera berangkat dari Pekan ke Rumah sakit Tengku Ampuan Afzan (HTAA) Kuantan karena menyangka kakaknya itu diantar kesana.
"Lepas tahu abang tiada di situ saya segera ke tempat kejadian dan lihat mayat abang ada di tepi jalan. Ular yang belit pun masih ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Polis Daerah Kemaman, Superitendan Mohd Said Ibrahim mengakui pihaknya menerima laporan tewasnya seorang TKI akibat lilitan ular.
Ia mengatakan korban merupakan seorang bapak dari empat orang anak.
"ular itu agresif kerana baru bertelur dan bersalin kulit. Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mendapati tulang rusuk kiri korban patah dan terdapat kesan gigitan di tapak tangan kiri korban," jelasnya. (Bangka Pos/ Iwan Satriawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ular_piton_20170306_205007.jpg)