Dokumen Rahasia

WikiLeaks Kembali Guncang Dunia, Bocorkan Ribuan Dokumen CIA Sadap Smartphone, Komputer, dan TV

Bocoran Baru WikiLeaks, Dokumen soal Program Peretasan oleh CIA, di Antaranya Smartphone, Komputer, dan Televisi.

Editor: AbdiTumanggor
Credit Jason Reed/Reuters/Newyorktimes
Komplek kantor pusat Badan Intelijen AS (CIA) di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tampaknya ini menjadi gejolak dunia lagi atas kebocoran dokumen CIA yang dirilis WikiLeaks, Selasa atau Rabu (7/3/2107) WIB.

Organisasi anti-kerahasiaan online itu telah menerbitkan ribuan halaman dokumen rahasia yang memaparkan program peretasan besar-besaran yang dilakukan oleh Badan Intelijen Pusat Amerika (Central Intelligence Agency atau CIA).

"Sebanyak 8771 dokumen yang dibocorkan WikiLeaks, bagaimana Badan Intelijen Pusat Amerika (Central Intelligence Agency atau CIA) menyimpan sejumlah alat-alat penyadap pada perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari, mulai dari smartphone, komputer, dan televisi bahkan segala teknologi yang tersambung ke Internet." tulis laporan itu, yang dirilis dari Newyork Times dan VoA.

Edward Joseph Snowden
 (Reuters)

Penerbitan WikiLeaks kali ini dijuluki dengan istilah “Year Zero” yang mencakup seluruh kemampuan peretasan CIA.

Rilis yang paling banyak dituduhkan adalah, bahwa CIA memiliki sejumlah perangkat untuk menyadap perangkat iPhone dan Android. Namun ada yang menarik untuk diselidiki adalah, CIA juga berhasil mengambil kendali terhadap perangkat televisi yang memiliki jaringan internet. Hal ini menjadi sasaran hacker untuk mendengarkan informasi-informasi yang bersifat rahasia.

Mantan Direktur Intelijen Nasional, James Clapper, dalam kesaksiannya kepada Kongres AS, bahwa pemerintah menggunakan teknologi ini untuk memperoleh informasi. Namun, seberapa sering eksploitasi yang dilakukannya masih belum diketahaui secara pasti.

Edward Snowden dalam twitnya mengatakan, “Mengapa ini berbahaya? Walaupun sampai ditutup, hacker tetap dapat menggunakan lubang keamanan CIA yang dibiarkan terbuka untuk masuk ke setiap iPhone-smartphone di dunia”

Selama bertahun-tahun, kelompok masyarakat sipil telah menyerukan kepada badan-badan intelijen AS untuk mengungkapkan kerentanan informasi yang dimiliki setiap orang. Mereka berharap seharusnya lembaga intelijen membantu membuat perangkat elektroniknya menjadi lebih aman.

Apple, salah satu perusahaan teknologi yang perangkatnya telah banyak ditargetkan oleh hacker, merilis sebuah pernyataan bahwa banyak dari peretasan yang dijelaskan oleh dokumen-dokumen itu sudah berusaha diperbaiki dengan sistem operasi iOS yang terbaru.

Donald Trump
Donald Trump (Reuters)

Dirilis dari The Guardian, perusahaan Apple telah berjanji untuk segera mengatasi lubang keamanan yang digunakan oleh CIA untuk menyadap iPhone. Kebocoran dokumen ini dijuluki “Vault 7” oleh penerbit WikiLeaks – yang terdiri dari 10.000 dokumen individual dan dibuat antara tahun 2014-2016.

“Sementara analisis awal kami menunjukkan bahwa banyak masalah bocor hari ini sudah ditambal di iOS terbaru, kami akan terus bekerja dengan cepat mengatasi kerentanan diidentifikasi,” katanya.

“Kami selalu mendorong pelanggan untuk men-download iOS terbaru untuk memastikan bahwa mereka memiliki update keamanan terbaru.” tambahnya.

Perusahaan lain yang disebutkan dalam kebocoran, termasuk Microsoft dan Samsung, langsung memberi pernyataan singkat.

“Kami menyadari laporan dan mencari ke dalamnya,” kata Microsoft.

"Akan melindungi privasi konsumen dan keamanan perangkat, adalah prioritas utama di Samsung. Kami menyadari laporan tersebut dan segera mencari ke dalam masalah." ujar Samsung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved