Alamak
Kocak, di Tengah Kontroversi Online vs Konvensional, Angkot Ini Malah Pasang Iklan Mengejutkan
Kehadiran taksi dan ojek online masih menjadi pro kontra, terutama bagi para pengemudi angkutan umum konvensional.
TRIBUN-MEDAN.com - Fenomena angkutan umum berbasis online memang tengah marak-maraknya di Indonesia.
Kehadiran taksi dan ojek online masih menjadi pro kontra, terutama bagi para pengemudi angkutan umum konvensional.
Beberapa waktu kemarin sempat heboh pemberitaan mengenai seorang driver ojek online yang ditabrak oleh sopir angkot di Tangeran Selatan.
Baca: Ada Apa Gerangan, Sandiaga Uno: Ini Perseteruan 2 Orang Super Kaya, Pak Djarot Enggak Ngerti
Baca: SBY: Mobil Itu Diantar Sendiri ke Rumah Saya, Tidak Salah
Baca: Bawaslu Larang Ahok Show Tayang di Televisi karena Alasan Ini, Begini Reaksi Ahok
Kejadian bermula ketika driver ojek online bernama Ichtiyarul Jamil sedang melaju santai di sisi jalan.
Tiba-tiba dari arah belakang sebuah angkot yang dikemudikan sopir berinisial SBH menabrak Jamil.
Usai menabrak, sopir angkot tersebut langsung melarikan diri.
Diketahui, korban Jamil merupakan seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Memang pada hari itu suasana Tangerang begitu mencekam karena konflik antara sopir angkot dan ojek online.
Namun beberapa hari berselang, kondisi mencekam tersebut berangsur membaik.
Dengan ditandai konvoi para sopir angkot dan pengemudi ojek online.
Kejadian di Tangerang Selatan tersebut hanyalah segelintir contoh kasus antara pengemudi angkutan online dengan angkutan konvensional.
Masih banyak contoh kasus lain yang terjadi di berbagai kota di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/angkutan-kota_20170322_083133.jpg)