Edisi Cetak Tribun Medan

Ini Kejanggalan dalam Kebakaran 4 Rumah yang Menewaskan Empat Orang Sekeluarga

Semua korban masih satu keluarga, terdiri nenek, ayah, dan dua anak. Diduga kejadian ini terkait tindak pidana kejahatan.

Editor: Tariden Turnip
Tribun-Medan.com/ Array
Petugas memboyong dua jenazah dari lokasi kebakaran, Rabu (5/4/2017). (Tribun-Medan.com/ Array) 

MEDAN, TRIBUN - Empat orang meninggal dalam kondisi terpanggang saat rumah Gandi Ginting di Jalan Milala, Lingkungan-1, Sidomulyo, Medan Tuntungan, terbakar, Rabu (5/4) sekitar pukul 04.30 WIB.

Semua korban masih satu keluarga, terdiri nenek, ayah, dan dua anak. Diduga kejadian ini terkait tindak pidana kejahatan.

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut saat melihat rumah Gandi Ginting terbakar. Apalagi, empat penghuni rumah tersebut meninggal dalam posisi bergelimpangan.

Mereka yang tinggal dalam satu rumah, yakni Marita beru Sinuhaji (58 tahun), dan Frengki Ginting (29), putra dari Gandi dan Marita.

Kemudian dua anak Frengki atau cucu Marita, yaitu Selvy beru Ginting (5) dan Kristin beru Ginting (3).

Adapun Gandi, suami Marita, tidak berada di rumah saat kejadian. Ia sedang bekerja di Binjai, sebagai tenaga teknisi listrik pada perusahaan swasta.

Menurut penuturan tetangga korban, tak ada jeritan minta tolong saat si jago merah melahap rumah Gandi.

"Kami tidak ada mendengar suara apa pun dari dalam rumah. Tidak ada suara orang minta tolong atau berteriak. Padahal, kami lihat api tidak langsung besar," ujar Tarigan, tetangga korban kepada Tribun Medan/www.tribun-medan.com, kemarin.

Menurut Tarigan, petugas pemadam kebakaran dari Deliserdang dan Kota Medan terkesan lambat tiba di lokasi. Akibatnya, membuat rumah Gandi beserta penghuni hangus dilalap si jago merah.

Tarigan menambahkan, sekitar satu jam, empat pintu rumah Gandi terbakar. Tiga rumah kontrakan dan satu rumah ditempati keluarga Gandi.

"Wilayah ini perbatasan, jadi yang datang petugas pemadam kebakaran dari Medan dan Lubukpakam. Kejadian sekitar pukul 04.00 WIB, namun pukul 05.20 WIB api padam," katanya.

Ia mengungkapkan, mobil pemadam kebakaran terlalu lama tiba di lokasi. Warga sempat marah dan melempari mobil pemadam.

Sebelum mobil pemadam tiba, warga menyetop truk pengangkut air untuk memadamkan api.

"Setelah api padam, petugas dan warga melihat empat penghuni rumah meninggal. Jenazah ada yang telungkup, dan pintu belakang rumah terbuka," ujarnya.

Beberapa warga curiga, penghuni rumah dibunuh terlebih dahulu, sebelum terjadi kebakaran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved