Edisi Cetak Tribun Medan
Ini Kejanggalan dalam Kebakaran 4 Rumah yang Menewaskan Empat Orang Sekeluarga
Semua korban masih satu keluarga, terdiri nenek, ayah, dan dua anak. Diduga kejadian ini terkait tindak pidana kejahatan.
Apalagi, beberapa warga sempat melihat pria bertopeng di seputar kediaman Gandi, sebelum insiden kebakaran.
Menurut warga, orang-orang bertopeng itu berseliweran, Rabu dini hari.
Terpisah, P Simangunsong (60), tetangga Gandi, menduga, sebelum kebakaran Marita sedang bersiap-siap berangkat ke pesta keluarga. Sedangkan, anaknya (Frengki Ginting) sedang mandi di kamar mandi.
"Ibu itu (Marita) saat kejadian sudah mengenakan pakaian kebaya. Sedangkan anaknya (Frengki) berada di dalam kamar mandi. Sementara dua cucu Marita mungkin masih tidur di dalam kamar," katanya.
Menurut Simangunsong, tidak tertutup kemungkinan Marita dibunuh terlebih dahulu. Dan, saat kejadian tak ada suara minta tolong.
"Biasanya mereka (keluarga) itu sangat sensitif dengan gerakan di luar rumahnya. Sehari-hari ibu itu berjualan telor di pasar pagi. Namun, saat kejadian tidak ada suara dari dalam rumah itu," ujarnya.
Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan warga lainnya berinisial SS, kata Simangunsong, sempat berusaha menolong para korban dengan cara mengetuk pintu dan memanggil dari luar.
Namun, beberapa pria bertopeng itu melarangnya dan melemparkan batu ke punggungnya. Karena itu, SS ketakutan, sehingga bersembunyi di semak-semak menunggu para pelaku
meninggalkan lokasi.
"Sempat ada yang menolong, tetapi dilarang para pria yang mengenakan topeng itu," katanya.
Selain itu, warga juga mencium aroma bensin di kawasan rumah Gandi.
Tiga Kali Percobaan
Simangungsong menambahkan, sudah tiga kali keluarga Gandi mendapat ancaman dan teror pembakaran rumah. Namun, warga yang ronda alias jaga malam di kampung berhasil menggagalkan rencana tersebut.
Bahkan petugas jaga malam sempat mengejar orang yang hendak membakar rumah Gandi.
"Ini sudah yang keempat kalinya. Pertama dan kedua hanya pintu rumah itu saja yang terbakar. Yang ketiga pelaku sempat salah alamat. Dan yang keempat inilah baru kejadian tragis," ujarnya
Ia menduga, pelaku sudah memantau aktivitas warga. Sehingga, ketika warga tidak fokus melakukan jaga malam, mereka membakar rumah keluarga Gandi.
Ia menduga, motif di balik pembakaran dan pembunuhan terhadap Marita beserta anak dan dua cucunya, ada unsur dendam. Pasalnya, beberapa bulan lalu, Gandi sempat cekcok urusan tanah dengan orang berinisial M.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kebakaran-di-medan-tuntungan_20170405_110004.jpg)