Real Madrid vs Bayern Munchen

Don Carlo Masih Yakin

Dalam sepakbola tidak ada keberuntungan. Yang ada adalah strategi yang jitu dan kecerdasan pemain serta kerja keras mereka.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/ODD ANDERSEN
CARLO Ancelotti 

Pada laga itu Zidane melakukan rotasi besar-besaran. Hanya satu anggota tetap starting eleven yang tetap berada di lapangan. Jika kontra Munchen yang dijadikan pembanding, perubahan terjadi pada sembilan posisi. Zidane hanya mempertahankan Sergio Ramos dan Nacho, pemain pelapis yang selalu diplot untuk mengisi pos Pepe atau Rafael Varane.

Strategi yang sesungguhnya sangat riskan. Sangat berbahaya. Tujuan Zidane jelas. Pekan ketiga April akan diisi dua laga berat bagi Real Madrid. Tengah pekan mereka melawan Munchen, sedangkan akhir pekan menghadapi Barcelona. Namun Sporting Gijon juga sangat penting. Sebab jika gagal meraih poin maksimal, Real Madrid akan semakin dekat dengan Barcelona.

Risiko ini diambil Zidane dan kita tahu bagaimana hasilnya. Real Madrid selamat. Mereka tetap di atas Barcelona dengan keunggulan tiga poin plus satu pertandingan lebih banyak. Di luar itu, ada dua hal lain yang membuat Zidane tersenyum. Pertama, tentu saja, Madrid dapat menghemat tenaga bintang-bintang utamanya. Kedua, Isco.

"Sangat menyenangkan ketika semua rencana berjalan dengan baik. Kami lebih bugar untuk tengah pekan. Dan sejumlah pemain (yang bermain melawan Gijon) juga menunjukkan bahwa mereka bisa diandalkan. Seperti Isco. Dia luar biasa," ujar Zidane.

ZINEDINE Zidane
ZINEDINE Zidane (AFP PHOTO/GERARD JULIEN)

Performa hebat Isco membuat suporter-suporter Real Madrid bersuara, mendesak Zidane untuk memainkannya sejak awal laga. Apa kata Zidane? "Kadangkala menyakitkan bagi saya untuk meninggalkan pemain hebat di bangku cadangan. Namun saya harus membuat keputusan," katanya.

Don Carlo pun sesungguhnya mengusung strategi yang sama. Walau tidak seekstrem Zidane. Melawan Bayer Leverkusen, dia melakukan lima perubahan. Namun strateginya gagal. Gawang Leverkusen tidak dapat dibobol meski di paruh kedua tiga pemain utama, Philiph Lahm, Arjen Robben, dan Xabi Alonso masuk lapangan.

Padahal mereka sejak satu jam laga berjalan mereka hanya melawan 10 orang setelah pemain Leverkusen, Tin Jedvaj, diganjar kartu merah.

Memang, hasil ini tidak berpengaruh pada posisi Munchen di klasemen Bundesliga. Mereka tetap memimpin tujuh poin atas RasenBallsport Leipzig. Namun dari sisi psikologis akibatnya mungkin besar. Jika membobol gawang Leverkusen saja sulit, bagaimana bisa mempecundangi Real Madrid.(t agus khaidir)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved