Monaco vs Juventus

Melawan dengan Gembira

Monaco mematahkan penilaian-penilaian yang meremehkan mereka. Bukan cuma di Ligue 1. Di Liga Champions pun mereka melaju jauh.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/VALERY HACHE
KYLIAN Mbappe 

Gol gabungan Falcao dan Mbappe di seluruh kompetisi berjumlah 52. Lebih banyak dibanding torehan duet penyerang Juventus yang lebih sering jadi perbincangan di koran-koran dan majalah. Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala lebih popular namun faktanya mereka mencetak total 46 gol saja.

Lini tengah Monaco juga sama sekali tak bisa dibilang jelek. Thomas Lemar dan Benjamin Mendy masuk dalam jajaran top pengumpan jitu di Liga Champions musim ini. Masing-masing mencatatkan empat umpan berbuah gol. Bernardo Silva, Fabinho dan Joao Moutinho juga konsisten bermain apik.

Untungnya bagi Juventus, sejak jauh hari mereka telah menangkap sinyal berbahaya ini. Sehari setelah undian mempertemukan Juventus dengan Monaco, Gianluigi Buffon, secara khusus meminta staf klub mencari video-video Kylian Mbappe.

Buffon telah mendengar banyak kabar tentang Mbappe. Tentang talentanya yang ajaib dan membuatnya jadi incaran klub-klub raksasa Eropa, termasuk Real Madrid, Barcelona, dan Manchester United. Media-media Inggris, mengekor Arsene Wenger, menyebutnya sebagai "reinkarnasi" Thierry Henry.

"Seorang pemain 18 tahun yang dipuji begitu rupa tentulah harus mendapatkan perhatian khusus. Kadang-kadang tidak sesuai kenyataan. Namun bisa jadi benar. Kami harus mengantisipasi semua kemungkinan," ucapnya pada Daily Mail.

GIANLUIGI Buffon
GIANLUIGI Buffon (AFP PHOTO/MIGUEL MEDINA)

"Saya akan berhenti bermain sepakbola dalam waktu dekat. Saya pernah menghadapi semua pemain hebat di dunia. Saya pernah melawan Henry. Pernah menghadapi kedua Ronaldo, juga Ronaldinho, Kaka, Messi, sampai Neymar. Saya sudah 44 sekarang. Saya beruntung berada dalam banyak situasi dan sekarang menjadi saksi lahirnya seorang pemain hebat yang bisa dominan di masa yang akan datang. Tapi saya tetap tidak ingin mengakhiri semua ini dengan pengalaman yang buruk," kata Buffon.

Bukan cuma Buffon, tentunya. Juventus juga tak ingin ambruk di tangan Monaco. Mereka boleh tak tertandingi di Serie A. Juara tak putus sejak musim 2011-2012.

Akan tetapi di Eropa, gelar terakhir datang dari musim yang telah lama sekali berlalu. Musim 1995-1996. Waktu itu, Mbeppe belum lahir dan Gianluigi Buffon baru direkrut AC Parma dan digadang sebagai kiper masa depan Italia.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved