Heboh Medsos

Sontak Viral, Orang Ini Sarankan Presiden Jokowi untuk Tes DNA, Alasannya . . .

"Perkataan mas ini membuktikan istilah pintar itu terbatas dan kebodohan itu tak terbatas. Gila masih mending loh drpd bodoh kaya gini."

Tribun Timur
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Tribun Timur) 

TRIBUN-MEDAN.com - Menjadi orang nomor satu di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo tak bisa lepas dari berbagai macam pro dan kontra.

Banyak yang mendukung program pembangunan yang dilakukannya selama ini.

Begitu juga mereka yang seolah terus menemukan titik celah sebagai pintu masuk isu-isu negatif yang berkembang.

Baca: Aneh, Jasad Calon Pengantin Itu Beraroma Melati kendati Ditemukan Tewas Membusuk

Baca: Persib Bandung bakal Lepas Michael Essien Sebelum Akhir Musim, Prediksi Yudi Guntara

Baca: Penggawa Real Madrid Toni Kroos Beri Sinyal akan Hengkang ke Premier League

Salah satu yang kerap menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial adalah soal dekatnya hubungan kerja sama Indonesia dan China yang bagi beberapa orang dimaknai berbeda.

Bahkan ada yang menuding Jokowi sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Isu itupun sempat membuat Jokowi jengkel jelang Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Dengan tegas isu itu ditepisnya dan menyebutnya sebagai penghinaan besar.

"Ini penghinaan besar bagi saya pribadi, masuk ke orang tua dan keluarga juga," ujar Jokowi di Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).

Jokowi mengatakan, dirinya selama ini sudah merasa sabar dengan banyaknya tudingan dan fitnah yang merebak jelang Pemilihan Presiden tahun 2014.

"Sebenarnya kami kurang sabar apa sih? Kurang sabar apa? Sejak awal pertama kita diamkan, malah lama-lama menuduh PKI," kata Jokowi.

Isu itu nyatanya hingga kini masih ada yang membahasnya.

Bahkan baru-baru ini seorang netizen meminta Presiden Jokowi melakukan satu pembuktian dengan melakukan tes DNA.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved