Mengejutkan Pernyataan Luhut soal Ketegasan dan Bisnis Keluarga Jokowi

Jokowi merupakan sosok yang mau mendengar masukan-masukan orang lain, realistis, terkadang pragmatis, dan tegas dalam memutuskan sesuatu.

Editor: Tariden Turnip
TRIBUNNEWS.COM/NICO MANAFE
Jokowi saat mengunjungi Masjid Niujie Beijing. (TRIBUNNEWS.COM/NICO MANAFE) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku nyaman bekerja di bawah Presiden Jokowi.

Di mata mantan Menko Polhukam ini, Jokowi merupakan sosok yang mau mendengar masukan-masukan orang lain, realistis, terkadang pragmatis, dan tegas dalam memutuskan sesuatu.

Baca: Mengerikan, Baca Pesan Sopir Taksi Online yang Ngajak Penumpang Remaja Berbuat Mesum

Baca: Luhut Panjaitan: Kalau Mau Kritik Pakai Data, Jangan Kampungan yang Cuma Bicara Saja

Ia juga menemukan Jokowi bukanlah orang yang suka cawe-cawe.

"Saya sampai hari ini tidak lihat bisnis-bisnisnya, belum ada cawe-cawe politik, uang-uang itu saya enggak lihat," kata Luhut saat menyampaikan paparan terkait arah kebijakan ekonomi pemerintah dan capaiannya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Balikpapan, Minggu (21/5/2017).

"Karena kan saya menteri ESDM 2 bulan, saya tandatangan perpanjangan wilayah kerja. Tidak ada nama istrinya, keluarganya, muncul," sambung dia.

Baca: Hore, Kapal Pembangkit Listrik asal Turki Datang! Ramadan Bebas Pemadaman Listrik

Hal itu lah yang membuat politisi senior Partai Golkar itu merasa nyaman bekerja dengan Jokowi.

"Itu yang membuat saya senang dan nyaman," ucap Luhut.

Pernyataan Luhut ini seakan membongkar gurita bisnis politikus Indonesia, termasuk Wapres Jusuf Kalla.

Meski begitu, Luhut mengingatkan Jokowi tidak kehilangan ketegasan jika diperlukan.

"Memang kelihatan Pak Jokowi mungkin orang lihat bukan tentara, lemah lembut, dan sebagainya. Tapi ini orang galak. Kalau mau, coba aja," ujar Luhut disambut tawa peserta Rapimnas.

Ia mencontohkan saat beberapa hari lalu Jokowo menyinggung soal akan menggebuk organisasi masyarakat anti-Pancasila dan komunis. Menurut Luhut, Jokowi tak hanya sekadar bicara.

"Kemarin sudah bilang gebuk, digebuk benar," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved