Ajax Amsterdam vs Manchester United

Demi Tiket Terakhir

Berbeda dari empat tahun lalu, Mourinho sekarang justru sangat menginginkan tropi Europa League

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/PAUL ELLIS
JOSE Mourinho 

TAHUN 2013, saat Chelsea menjuarai Europa League, Jose Mourinho melontarkan ejekan. Dia bilang, tidak mau menjadi juara di kompetisi ini. "Saya tidak ingin pemain saya merasa bahwa Liga Europa adalah jatah untuk kami."

Pongah? Tentu saja. Jika tidak demikian, bukan Mourinho namanya. Ejekan ini dia lontarkan untuk Rafael Benitez, seteru besarnya selain Arsene Wenger. Mourinho yang saat itu melatih Real Madrid dan terhenti di semifinal Liga Champions setelah kalah tragis 3-4 dari Borussia Dortmund, tak mau kalah gaya dari Benitez.

Padahal dia tahu persis, tropi Europa League sama sekali bukan tropi kacangan. Saat masih bernama UEFA Cup, Mourinho meraihnya bersama FC Porto. Tropi pertamanya di Eropa dan pernah pula diakuinya sebagai pencapaian yang paling emosional.

"Porto datang dengan tim muda dan pelatih yang bukan siapa-siapa. Kejar mengejar gol dengan Glasgow Celtic terjadi dan kami akhirnya menang 3-2 di babak perpanjangan waktu. Pertandingan yang benar-benar menguras emosi," katanya.

Jose Mourinho seorang penyeru perang psikologis yang bukan saja canggih namun juga nyaris brutal. Dia enteng saja melakukan provokasi-provokasi. Termasuk dengan cara menjungkirbalikkan kalimat-kalimatnya sendiri.

Empat tahun berlalu dan Mourinho berada pada posisi yang membuatnya harus menelan kalimat pongah itu. Mourinho sekarang justru sangat menginginkan tropi Europa League. Bukan semata demi gelar juara, bukan demi gengsi, bukan demi marwah dan reputasinya sebagai pelatih kelas satu, melainkan demi uang. Banyak sekali uang.

Tropi Europa League bernilai sama dengan peringkat tiga English Premier League (EPL). Artinya, apabila Manchester United, klub besutan Mourinho, menang dari Ajax Amsterdam pada laga final Europa League di Friend Arena, Swedia, dinihari nanti, mereka akan meraih tiket terakhir ke Liga Champions musim 2017-2018. Tiket langsung ke fase grup.

Persoalannya di sini. Mourinho akan menekan pasukannya untuk mati-matian merobohkan Ajax, sebab jika gagal, uang sebesar Rp 866,5 miliar akan melayang. Kenapa bisa? Dalam klasul perjanjian kerjasama Manchester United dengan satu di antara sponsor terbesarnya, dipaparkan bahwa nilai kontrak akan dipotong sebesar 30 persen apabila klub ini tidak bermain di Liga Champions selama dua musim secara beruntun.

Musim lalu, Manchester United hanya sampai di posisi lima. Musim ini lebih buruk. Satu tingkat lebih rendah. Bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya mereka andaikata tropi Europa League gagal diraih.

Bukan cuma rugi finansial. Secara teknis, seluruh skenario Jose Mourinho bisa hubar-habir berantakan. Bisa-bisa, semua pemain bintang yang sedang dibidiknya untuk diterbangkan ke Old Trafford akan berubah sikap. Bintang kelas satu mana yang mau bermain di kompetisi kelas dua? Sulit bagi Mourinho untuk mencari pemain yang percaya penuh padanya seperti Zlatan Ibrahimovic atau Paul Pogba. Bahkan, sangat boleh jadi bintang-bintang Manchester United yang malah memilih pindah ke klub lain.

Pendek kata, Mourinho akan melakukan segala cara untuk menang. Sebagai langkah awal, dia memainkan skuat yang aneh di laga pamungkas EPL kontra Crystal Palace. Ada nama Timothy Fosu-Mensah dan Axel Tuanzebe. Nama-nama yang asing di jajaran starting eleven rutin Manchester United.

Namun itu belum seberapa. Apakah Anda familiar terhadap Joel Pereira, Demetri Mitchell, Scott McTominay, Josh Harrop, dan Angel Gomes? Pastinya tidak. Mourinho mencomot mereka dari Tim Muda Manchester United. Gomes baru berusia 16. Dia masih belajar berjalan saat Wayne Rooney, pemain yang digantikannya saat masuk lapangan di menit 88, mencetak gol pertamanya di EPL pada 19 Oktober 2002.

Tujuan Mourinho tentunya terang benderang. Dia tidak ingin pemain-pemain yang diandalkannya untuk bertempur melawan Ajax mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan. Mourinho sudah terlanjur kehilangan Ibrahimovic, dan Eric Bailey. Ibrahimovic cedera parah, sedangkan Bailey kena hukuman larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning.

"Kami hanya punya 15 sampai 18 pemain yang masih bugar di sepertiga akhir kompetisi. Ini saja sesungguhnya sangat mengerikan. Saya tak ingin kami mendapatkan malapetaka lagi," ucap Mourinho pada Manchester Evening News.

PEMAIN-pemain Mancehster United berlatih menjelang laga final Europa League kontra Ajax Amsterdam, di Friends Arena, Swedia, dinihari nanti.
PEMAIN-pemain Mancehster United berlatih menjelang laga final Europa League kontra Ajax Amsterdam, di Friends Arena, Swedia, dinihari nanti. (AFP PHOTO/PAUL ELLIS)

Jumlah pemain yang bugar tidak banyak bertambah. Hanya Chris Smalling dan Maroune Fellaini yang kembali berlatih. Dari keduanya, kemungkinan, Fellaini yang diturunkan. Sedangkan cedera yang membekap Marcos Rojo, Luke Shaw, dan Ashley Young masih jauh dari pulih.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved