Pembunuhan

Dua Pria Amerika Tewas Setelah Bela Perempuan Muslim yang Dicemooh di Kereta

Seorang laki-laki pelaku penikaman dua penumpang kereta api di Portland, Oregon telah ditahan polisi.

Multnomah Country Sheriff Office via AP
Foto Jeremy Joseph Christian pelaku penusukan di LRT Portland yang menewaskan dua orang. (Multnomah Country Sheriff Office via AP) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang laki-laki pelaku penikaman dua penumpang kereta api di Portland, Oregon telah ditahan polisi.

Polisi berhasil menangkap seorang laki-laki yang dikatakan telah menikam hingga tewas dua penumpang kereta api di Portland – Orgeon, yang tadinya berupaya menghentikan teriakan dan olok-olok laki-laki tersebut terhadap dua perempuan yang tampak seperti warga Muslim pada hari Jum’at (26/5/2017).

Jeremy Joseph Christian yang berusia 35 tahun hari Sabtu (27/5/2017) ditahan di penjara distrik Multnomah karena diduga melakukan pembunuhan sadis, upaya pembunuhan, intimidasi dan melakukan kejahatan dengan senjata api.

Baca: Pilu, Indra Subahan Masih Sempat Peluk Si Bungsu di Kolong Truk

Baca: Wiranto Tinggalkan Kantor NasDem Tanpa Alas Kaki dan Naik Taksi, Mengapa?

Baca: Tragis, Indra dan Dua Anaknya Tewas Terseret Truk, Keluarga Herankan Kelakuan Sopir

 
Menurut dokumen di pengadilan, beberapa tahun lalu Jeremy pernah dipenjara karena perampokan dan penculikan.

Ia akan dihadirkan ke pengadilan hari Senin (29/5) dan belum jelas apakah ia sudah memiliki kuasa hukum.

Dua orang tewas ditikam dan satu orang lainnya luka parah akibat penikaman, setelah Jeremy meneriakkan kalimat-kalimat rasis pada dua perempuan, yang salah seorang diantaranya mengenakan jilbab.

Menurut pernyataan kepolisian setempat, penyerang marah dan meneriakkan “kalimat-kalimat bernada kebencian atau bahasa yang bias.”

Hari Jum’at adalah awal dimulainya bulan Ramadhan, bulan paling suci dalam kalender Islam, dan serangan itu mendorong warga kota Portland yang terkenal toleran dan liberal untuk menyelami apa yang sesungguhnya terjadi.

Banyak bunga dan ucapan belasungkawa diletakkan di stasiun kereta api transit dimana insiden itu terjadi.

Walikota Portland Ted Wheeler Sesalkan Insiden Ini

Walikota Portland Ted Wheeler menulis di halaman Facebook-nya “ada begitu banyak kebencian di dunia kita saat ini, dan begitu banyak aksi kekerasan.

Begitu banyak yang ikut terjadi di Portland.” Wheeler sedang dalam penerbangan dari kota di Oregon itu menuju ke London ketika serangan terjadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved