Catatan Sepakbola
Real Madrid yang Kejam
Real Madrid adalah klub terbesar di dunia dan karena itu kekalahan digariskan sebagai sesuatu yang hukumnya haram.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Zidane, seluruh dunia tahu siapa dia. Satu di antara sangat sedikit pemain sepakbola dengan gelar paling lengkap. Kini, sebagai pelatih, sedang membangun kejayaannya pula. Pavon? Nama lengkapnya Francesco Pavon. Bek tengah Real Madrid yang juga bermain di era Zidane. Era Los Galacticos jilid I. Kecuali suporter Real Madrid, barangkali tidak banyak yang mengenalnya. Pavon memang pemain yang biasa-biasa saja. Tanpa keistimewaan, dia tenggelam di tengah kemilau bintang-bintang Real Madrid.
Zidanes y Pavones. Ingin jadi pemenang atau pecundang. Celakanya, pemahaman ini menjangkiti suporter juga. Kekalahan sesungguhnya lumrah dalam sepakbola. Begitulah hakikat sport. Ada kalah ada menang. Akan tetapi, di Santiago Bernabeu, tidak ada kekalahan.
Suporter-suporter Real Madrid tidak sepenyukur dan sepenyabar suporter Arsenal atau Liverpool. Suporter yang bisa menerima kekalahan dan bersyukur dan bersabar atas hasil apa pun yang diperoleh. Madridista tidak. Real Madrid tidak boleh kalah. Real Madrid tidak boleh nirgelar. Terlebih-lebih, kalah dan bermain buruk.
Maka seisi stadion akan melambaikan sapu tangan putih sembari bersiul kencang. Dan dari tribun-tribun yang dihuni para suporter garis keras, terlontarlah ejekan tadi. Untuk Ronaldo, untuk Florentino Perez, presiden klub. Florentino Hijo de Puta. Dan Perez, dengan sindrom kepanikan yang tak pernah pergi dari kepalanya, akan segera mengambil langkah tunggal, memecat pelatih.
Sikap-sikap yang demikian membuat Real Madrid dicap "bukan klub sepakbola". Melainkan pabrik atau kartel. Ada juga yang menyetarakan dengan perusahaan. Tudingan (atau ejekan?) yang boleh jadi memang tidak keliru-keliru amat.
Namun di lain sisi, terlepas dari itu semua, siapa pun harus menerima bahwa Real Madrid, setidaknya sampai sejauh ini, adalah klub terbesar di dunia. Apa boleh buat. Tidak perlu macam- macam berfilosofi. Tolok ukurnya gelar.(t agus khaidir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/juve-madrid3_20170604_183027.jpg)