Edisi Cetak Tribun Medan

Tempat Sampah Jadi Incaran Pencuri, Pemko Meniru Warga Pakai Keranjang Bambu

Akhyar mengatakan swadaya masyarakat menyediakan tempat sampah tersebut bukan karena Pemko Medan tak menyediakan tempat sampah.

Tempat Sampah Jadi Incaran Pencuri, Pemko Meniru Warga Pakai Keranjang Bambu
Tribun Medan / Nanda
Tempat sampah yang terbuat dari anyaman bambu milik Farida Hanum, seorang pedagang makanan di sekitar Jalan Letda Sudjono, Medan, Selasa (6/5/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

MEDAN, TRIBUN-Anyaman bambu yang biasanya jadi tempat buah atau sayur dimanfaatkan warga menjadi tempat sampah.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution pun mengaku telah mengetahui hal tersebut sejak lama. Ia mengaku swadaya masyarakat menyediakan tempat sampah tersebut bukan karena Pemko Medan tak menyediakan tempat sampah. Menurutnya, tempat sampah yang disiapkan Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan kerap hilang dicuri oknum masyarakat.

"Selesai melayat, kalau tak salah April, saya keliling lihat banyak keranjang sayur. Ini bagus, tahan lama dan dari segi ekonomis sangat murah," kata Akhyar di ruang kerjanya, Selasa (6/6).

Akhyar lantas mencari tahu harga keranjang tersebut. Menurut dia soal harga sebetulnya tak jauh berbeda dari tempat sampah umumnya, yakni harga baru di kisaran Rp 15 ribu dan bekas Rp 6.000.

Saat ini, keberadaan keranjang sampah tersebut sudah menjadi perbincangan di para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pemko, kata dia, berencana menambahnya di masing-masing kecamatan.

Tempat sampah disediakan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan. Tempat sampah yang disediakan pemda, sering kali hilang.
Tempat sampah disediakan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan. Tempat sampah yang disediakan pemda, sering kali hilang. (Tribun Medan / Hendrik)

"Kami bukan tak punya uang, tapi efektivitas. Ini sudah dibicarakan di pimpinan SKPD. Masyarakat berkorbanlah (beli sendiri), tak sampai satu bungkus rokok, kok," sambungnya.

Sekadar informasi, tempat sampah yang kerap hilang dicuri terbuat dari atom dan plastik. Tak hanya masalah rawan kehilangan tempat sampah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga sedang fokus dalam kepemilikan tempat penampungan sampah sementara (TPS) sampah.

Pemko juga baru saja membebaskan lahan di sekitar pemakaman umum Jalan Jamin Ginting sebagai lokasi TPS.

Baca: Catat! Ini Daftar Lokasi Pasar Murah yang Akan Digelar Pemko Medan di 21 Kecamatan

"Kami baru punya satu. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang masih mencari tiga lahan untuk TPS," kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan Muhammad Husni.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved