Medan 427 Tahun
Hari Jadi Kota Medan, Masih Banyak Jalanan Seperti Danau Pascahujan Turun
“Bukan jalan lagi ini, tapi sudah membentuk danau, dalam kali lubangnya. Apalagi kalau musim hujan banyak sepeda motor mogok. Kayak anak tiri kami.."
“Di sini ada kantor polsek, ada Kejaksaan Negeri Labuhan Cabang Lubukpakam, dan ada juga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Bahkan, air limbah dari lapas mengalir ke drainase permukiman warga, sehingga bau busuk di sini,” katanya.
Tidak hanya kerusakan jalan, lanjut Ajo, drainase di seputaran Jalan Titi Pahlawan juga enggak berfungsi dengan baik alias tumpat. Karena itu, bila hujan deras mengguyur, seluruh ruas jalan kebanjiran, dan genangan air juga masuk ke dalam rumah warga.
Ia menceritakan, beberapa pekan lalu, truk bermuatan kayu gelondongan terbalik di tengah jalan lantaran terperosok ke dalam lubang besar. Bahkan, kayu gelondongan itu, berserakan di tengah jalan, namun tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan itu.
“Cemana enggak ada menimbulkan kecelakaan lubang begitu banyak, sehingga truk oleng ke kanan dan terjatuh lantaran mengemudi enggak mampu kendalikan truk,” ujarnya.
Andi, warga lainnya, menambahkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat arus lalu lintas sepi. Sehingga, ia berharap Pemerintah Kota Medan memperbaiki jalan yang rusak agar tidak membayakan pengguna jalan.
Selain itu, kerusakan jalan berdampak negatif bagi warga yang tinggal di seputaran Jalan Titi Pahlawan, karena jadi langganan banjir. Bahkan, setiap hari, warga harus mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan lantaran banyak truk kontainer dan kendaraan pribadi yang melintas.
“Beberapa bulan lalu, juga ada truk yang terjungkal di tempat yang sama, sehingga dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka tertimpa kayu,” katanya.
Dia menuturkan, warga yang tinggal di seputaran jalan rusak mengeluhkan buruknya drainase, sehingga tidak dapat menampung air hujan. Alhasil, genangan air masuk ke dalam permukiman warga. Apalagi, limbah dari lapas mengarah ke rumah warga.
“Kalau hujan deras, kami kebanjiran karena drainasenya tidak bagus, air tidak mengalir secara bagus. Kemudian, limbah kotoran dari penjara dibuang ke drainase warga. Sehingga, kondisi air bau busuk. Masalah ini sudah dilaporkan namun enggak ada penyelesaian,” ujarnya.
Bermunculan Jalan Rusak di Medan
Jalan rusak yang penuh lubang bermunculan di sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, dan banyak ruas jalan yang tergenang air setelah diguyur hujan deras. Kerusakan jalan itu, mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan penelusuran Tribun Medan/Tribun-Medan.com, jalan rusak ada di berbagai kawasan di antaranya, mulai Jalan Medan-Binjai, Kampung Lalang (terdapat beberapa titik berlubang), dan beberapa titik di Jalan Gatot Subroto, Medan.
Kemudian, Jalan Klambir-V, Medan Helvetia, Jalan Muchtar Basri, Medan, sebelum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dan beberapa titik di Jalan Sutomo Ujung dan Jalan Bambu. Bahkan, sejumlah ruas jalan di Marelan berlubang layaknya kubangan.
“Semenjak adanya pembangunan pipanisasi limbah, jalan di sini rusak, berlubang-lubang dan berdebu. Apalagi kalau memasuki musim hujan makin parah, karena lumpur di mana-mana. Tidak ada pengaspalan menyeluruh paling hanya ditambal-tambal aja,” ujar Kartika Sari, warga Jalan Muchtar Basri, Medan.
Bila memasuki musim kemarau, lanjut Kartika Sari, debu beterbangan sehingga warga berupaya menyiram jalan dengan air. Ia berharap Pemerintah Kota Medan segera mengaspal jalan, sehingga tidak sekadar menutup lubang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-marelan-seperti-danau-pascahujan-turun-tribun_20170701_131409.jpg)