Mulyono Tak Punya Firasat Anaknya Akan Tenggelam di Air Terjun
Satu dari dua orang korban yang tenggelam di pusaran air terjun Jambuara di Hatonduan Kabupaten Simalungun ditemukan dengan kondisi membengkak.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Satu dari dua orang korban yang tenggelam di pusaran air terjun Jambuara di Hatonduan Kabupaten Simalungun ditemukan dengan kondisi membengkak dan lebam, Senin (3/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban yang ditemukan atas nama Hasbullah alias Bulah warga Kabupaten Asahan.
Bulah yang tenggelam sejak Minggu (2/7) sekitar pukul 10.30 W
Baca: Dua Wisatawan yang Hilang di Air Terjun Jambuara Tak Kunjung Ditemukan
IB ditemukan dengan cara dipancing oleh David warga Desa Hutapadang. David sebelumnya memang dikenal warga sebagai pemancing handal.
"Yang mancing namanya David, umurnya sekitar 60an. Sebelumnya dia juga terkenal handal memancing di Tibet (Titi Beton). Kondisi korban legam dan sudah tak bernyawa," kata Ramli Damanik warga sekaligus pengelola air terjun.
Korban kemudian dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan dan SAR Tanjungbalai dengan kantung jenazah. Selanjutnya jenazahnya langsung dibawa dengan ambulans Puskesmas menuju Sei Dadap Kabupaten Asahan.
"Jenazah langsung dibawa pulang bersama keluarga," kata Romi, anggota Basarnas Tanjung Balai.
Sementara, Wahyu Indra Candra alias Icen belum juga ditemukan hingga hari berganti malam. Bila tidak juga ditemukan tim pencari bakal melanjutkan upaya besok pagi (hari ini). Kejadian ini diketahui yang pertama kali terjadi memakan korban.
Seharian menunggu, air mata Mulyono (ayah Icen) menetes saat menunggu kepastian anaknya, Wahyu Indra Candra alias Icen yang tenggelam.
Berulang kali Mulyono menyeka pipinya, saat Tribun mewawancarainya di pondok darurat yang berada sekitar 15 meter di hadapan Air Terjun Jambuara yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter ini.
Dirundung kedukaan, mata Mulyono yang mengenakan jaket tebal berwarna hijau lumut juga terlihat memerah. Bersama sanak keluarga lainnya mereka terus memandangi ke arah air terjun Jambuara yang merupakan aliran Sungai Kemangin menuju Sungai Silo.
Mulyono juga mengaku tak mempunyai firasat buruk bakal terjadi sesuatu musibah terhadap anak keduanya ini. Namun dikatakannya, di saat bersamaan, tangan dari abang Icen sempat terkena parang dan berdarah saat memotong-motong.
"Anak saya itu dia orangnya periang. Sambil sekolah dia bantui saya juga. Gak pernah dia nyusahi saya untuk uang sekolah. Dia meringankan saya," kata Mulyono terbata-bata menahan isak tangis.
Kepala Seksi Penyelamatan BPBD Asahan, Khairuddin Nur mengatakan pihaknya mengakui kesulitan dalam pencarian korban yang diduga tergulung di dalam pusara air terjun. Dirinya tidak berani mengambil resiko untuk mengerahkan tim penyelam.
"Kita tidak berani ambil risiko lakukan pencarian hingga ke tengah, pas di bawah air terjun. Resikonya nyawa, karena ada turbulans air yang sangat kuat," kata Khairuddin Nur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/satu-jenazah-menyangkut-di-kail-joran-david-kanan-yang-juga-dikaitkan-kain-kafan_20170703_213309.jpg)