Edisi Cetak Tribun Medan

Petugas Piket Puskesmas Asyik Main HP, Keluarga Pasien Gebrak Meja Dokter

Martalena spontan menggebrak meja dokter Riris Magdalena, karena tidak acuh terhadap ayahnya, yang sesak napas.

Tribun Medan/Danil
Martalena Girsang bersama orangtuanya BDJ Girsang saat ditemui di kediamannya, Jalan Udara, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (6/7/2017). BDJ Girsang merupakan pasien yang diabaikan dokter saat berobat ke Puskesmas Berastagi. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

Martalena berinisiatif membawa ayahnya ke Pukesmas Berastagi, lantaran dekat dari rumah mereka. Dan, menurutnya, kesehatan orangtua tidak akut, sekadar ingin berobat jalan, karena sesak napas.

Tiba di pukesmas, lanjutnya, perawat bertanya kartu BPJS. Kala itu, Martalena menjawab, tidak ada kartu BPJS, dan menjelaskan ayahnya tidak punya riwayat penyakit.

"Awalnya tidak ada masalah, dan kami diarahkan ke ruang pemeriksaan. Bapak pakai tongkat dan harus dibopong, karena ada penyakit pengeroposan tulang. Adik dan kakak menuntun ayah pelan-pelan. Tapi dokter cuek, duduk manis sembari main handphone," katanya.

Ia mengungkapkan, awalnya maklum dokter main handphone, karena tidak ada pasien. Ia pun menyapa dokter Riris, yang sedang duduk. Namun, katanya, dokter masih cuek alias enggak sigap melayani.

"Namun tiba-tiba dia ngomong, Bapak itu sudah tua, lihatlah sesaknya naik turun. Kenapa enggak kalian bawa ke RS Amanda atau RS Efarina?" ujarnya menirukan pernyataan dokter Riris.

Kala itu, ia menjawab punya alasan membawa orangtuanya ke pukesmas. Karena itu, Martalena mohon agar dokter memeriksa ayahnya. Tapi, dokter tidak beranjak dari tempat duduknya.

"Saya mohon agar dokter mengdiangnosa penyakit, ayah. Namun, ia tetap main ponsel. Kemudian saya gebrak mejanya. Saya katakan tolong Anda jalankan tugas dengan bagus," katanya menceritakan peristiwa itu.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di Pukesmas Berastagi sangat berbeda dibanding pukesmas di Pulau Jawa. Ia menuturkan, selama menetap di Jepara dan Semarang tidak pernah melihat dokter cuek main handphone saat pasien datang. Karena itu, dia berharap pelayanan kesehatan di pukesmas makin bagus

Menurut Martalena, seharusnya dokter menjalankan tugas sesuai mekanisme. Artinya, memeriksa pasien terlebih dahulu, jika pukesmas tidak sanggup langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Tapi, dokter Riris menyuruh kami bawa Bapak ke rumah sakit sebelum dipegang atau diangnosa. Jadi, saya bilang jangan bibir dokter aja ditebali lipstiknya. Tolong Bapak saya sudah sakit antara hidup dan mati ini," ujarnya.

Ia mengaku marah di pukesmas, karena pelayanan kesehatan tidak bagus. Padahal, dahulu, saat dr Matondang masih bertugas di Pukesmas Berastagi selalu memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat.

Usai mengebrak meja dokter Riris, Martalena membawa ayahnya pulang ke rumah.

"Yang saya permasalahkan hanya pelayanan. Saya gebrak meja, namun dokternya tetap santai. Dia tidak pakai jas dokter hanya menggunakan pakaian rapi dan penampilan modis," katanya.

Ia menambahkan, kemungkinan dokter Riris sepele, karena penampilannya kucel saat membawa orangtuanya berobat. Saat ke puskesmas, Martalena mengaku, hanya memakai daster dan sandal. Jadi, ia sampaikan kekesalan lewat media sosia Facebook.

"Saya protes di Facebook bukan untuk pribadi. Tapi, bagaimana pelayanan kesehatan semakin bagus. Saya maafkan kesalahan dokter. Namun, harusnya ada perubahan di pelayanan kesehatan," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved