Edisi Cetak Tribun Medan
Petugas Piket Puskesmas Asyik Main HP, Keluarga Pasien Gebrak Meja Dokter
Martalena spontan menggebrak meja dokter Riris Magdalena, karena tidak acuh terhadap ayahnya, yang sesak napas.
Berobat ke RS Efarina
Martalena menceritakan, telah membawa ayahnya ke RS Efarina, agar mendapatkan diangosa penyakit sesak napas secara akurat.
"Tadi pagi (Kamis, 6 Juli) saya bawa Bapak berobat ke RS Efarina. Di sana pelayanannya bagus dan dokter menyarankan Bapak agar tidak merokok lagi," katanya di kediamannya.
Ia menjelaskan, usai menjalani pemeriksaan, dokter tidak mengajurkan untuk rawat inap. Tapi, BDJ Girsang diberi beberapa obat agar sesak napasnya berkurang.
"Puji Tuhan pelayanan di RS Efarina cepat. Dari pukesmas tidak ada diberikan obat apapun. Sekalipun rakyat miskin kalau berobat harus dilayani," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari pemeriksaan dokter RS Efarina tensi ayahnya 110/70. Padahal, sebelumnya, perawat Pukesmas Berastagi bilang tensi ayahnya 110/80. Selama ini, ayahnya tidak punya riwayat penyakit.
Dia mengklaim, ayahnya tidak punya riwayat penyakit kecuali pengeroposan tulang. Namun, tiba di Berastagi lima hari lalu, ayahnya mengeluhkan sesak napas.
Dada Terasa Panas
BDJ Girsang (84 tahun) menyampaikan, dadanya masih terasa panas dan kesulitan bernapas. Sehingga, meminta dibawa berobat ke dokter di klinik maupun pukesmas.
"Dada sangat panas, agak sesak. Kemarin sesak kali, dan sekarang juga sesak kali. Kemudian batuk juga," katanya kepada Tribun Medan.
Ia menyampaikan, dokter bilang harus berhenti merokok. Tapi, ia mengakui saban hari merokok. Namun, ia berharap Tuhan membawa ke surga bila cucunya sudah menikah. "Tuhan saya bisa pulang ke surga asalkan cucu saya menikah," ungkapnya.(tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/martalena-girsang_20170707_093011.jpg)