Militer Filipina Kecut Hadapi ISIS di Darat, Akhirnya Lakukan Serangan Udara

"Jika kami tidak menggunakan serangan udara, kami akan menghadapi lebih banyak korban dari kalangan pasukan kami," katanya kepada wartawan di Marawi

Editor: AbdiTumanggor
AFP PHOTO / TED ALJIBE
Asap mengepul dari rumah-rumah setelah pemboman lewat udara oleh Angkatan Udara Filipina di Kota Marawi, Filipina, Jumat (2/6/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. 

Baca: Setelah Ledakan, Kontrakan Agus Didobrak, Tetangga Lihat Hal Mencurigakan

Baca: Agus Rencana Ledakkan Bom Panci Bandung di Gereja, Rumah Makan, dan Cafe

Presiden Rodrigo Duterte bulan lalu berjanji untuk "menghancurkan" militan. Namun, janji itu tak kunjung terwujud sehingga hampir 400.000 orang masih mengungsi dari rumah.

Pertempuran di Marawi – yang dijuluki ibu kota Muslim Filipina, negara dengan mayoritas penduduknya beragama beragama Katolik - menjadikan kota hancur mirip kota hantu. Kondisi itu juga yang mendorong Duterte untuk mengumumkan darurat militer di seluruh Filipina selatan.

Herrera mengatakan, hingga sejauh ini 366 militan,  39 warga sipil, dan 87 tentara pemerintah tewas.(*)

Tayang di Kompas.com dengan Judul: Kecut Hadapi Penembak Jitu ISIS, Militer Serang Marawi dari Udara

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved