Simpan Buku Tentang ISIS, Karyawan Hotel Ditangkap Polisi

BA yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman RT 04/RT 01, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, merupakan karyawan salah satu hotel di Kota Sorong.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Bendera ISIS dipasang orang tidak dikenal di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017) pagi. (Warta Kota/Feryanto Hadi) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SORONG - Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intel Polres Kota Sorong, Papua Barat, mengamankan terduga simpatisan ISIS berinisial BA (20), Minggu (9/7/2017) sekitar pukul 20.00 WIT.

BA yang tinggal di Jalan Jenderal Sudirman RT 04/RT 01, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, merupakan karyawan salah satu hotel di Kota Sorong.

Dari hasil penggeledahan di tempat kos pelaku, polisi mengamankan buku yang berjudul “5 Khalifah Kebanggaan Islam” karangan Syaikh Khalid Muhammad Khalid,  Koreksi Ulang Syaikh Al Bani” karangan Abdul Basith Bin Yusuf Al Gharib, “Memburu Doa Rasululah” karangan Taufiq Umar Sayyidi, dan satu unit ponsel yang digunakan pelaku untuk mengunggah rekaman video di YouTube.

Baca: Begini Isi Surat Baiat ISIS Bertuliskan Tangan di Kontrakan AW yang Ditemukan Polisi

Baca: Akhirnya Dibekuk, Ini Pria yang Diduga Pasang Bendera ISIS di Kantor Polisi

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Martuani Sormin yang dikonfirmasi setelah pelaksanaan upacara HUT Bayangkara ke-71, Senin (10/7/2017), membenarkan penangkapan tersebut.

“BA ini diamankan karena telah mengimbau akan kesetiannya dan dukungan terhadap ISIS,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya juga masih akan mendalami sejauh mana keterlibatan BA dalam kelompok ISIS.

“Ada lima buku tentang ISIS kita ditemukan di rumah terduga pelaku, namun keterlibatannya masih didalami,” tuturnya.

“Ini apakah hanya sebagai gaya-gaya atau pikirannya sudah terpengaruh berjuang untuk ISIS dengan mendirikan kekalifahan. Ini yang perlu didalami dan tidak boleh dibiarkan,” tukasnya.

Martuani mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Papua Barat agar tetap menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kekalifahan itu salah dan akan menihilkan Indonesia sehingga kita tetap harus patuh pada NKRI,” ungkapnya.(*) 

DAPATKAN BERITA PERISTIWA UNIK-MENARIK 

Baca: BREAKING NEWS: Pemadam Kebakaran Kesulitan Masuk, Lima Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

Baca: Begini Kondisi Terakhir Hermansyah, Pakar IT ITB yang Alami Pengeroyokan Mengerikan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved