Keluarga Korban Dugaan Mala Praktik Minta Pertanggungjawaban dari Rumah Sakit

Menanggapi hal ini, Sutrisno Pangaribuan tetap meminta, agar pimpinan atau direktur Rumah sakit dapat dihadirkan untuk mengklarifikasi persoalan terse

Penulis: Arjuna Bakkara |
Tribun Medan / Arjuna
Demiria boru Sigalingging (20), ibu Ardi Kristopan korban dugaan Malapraktik saat mendatangi RSUD Pirngadi Medan, di Jalan Prof HM Yamin, Kamis (20/7/2017), dan didampingi Ketua Komunitas Pemulung Medan, Uba Pasaribu dan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan. (Tribun Medan / Arjuna) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Demiria boru Sigalingging (20), ibu Ardi Kristopan korban dugaan Malapraktik mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi (RSUD) Pirngadi Medan, di Jalan Prof HM Yamin, Kamis (20/7/2017).

Dia datang diampingi Ketua Komunitas Pemulung Medan, Uba Pasaribu dan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan.

Demiria turut membawa Ardi dengan menggendongnya. Ia, mengaku kesal atas kondisi yang menimpa anaknya. Kaki Kiri Bayi Ini Membusuk dan Mata Kirinya Buta.

"Masih belum bisa kami terima leadaan anak kami," ujarnya dengan nada kesal.

Kedatangan mereka diterima oleh Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, didampingi Kabid Pelayanan Medis, Risma Sinaga.

Baca: Bikin Sedih, Sepeninggal Jupe, Adik Bungsunya Harus Berjuang Bayar Uang Sekolah Sendiri

Sutrisno Pangaribuan mengatakan, tujuannya mendampingi Demiria, untuk mempertegas duduk persoalan yang tengah menimpa bayi berusia 11 bulan tersbut. Pasalnya, Bayi 11 bulan anak pasangan Hardiwan Harianja (30) dan Demiria boru Sigalingging (20) mulanya hanya menderita sakit kulit.

Tetapi, ujung-ujungnya mengalami kebutaan dan terjadi perubahan yang dialami Ardi setelah berobat di RSUD Pirngadi pada 14 Juni 2017 lalu.

Awalnya, Edison awalnya mengelak, karena menurutnya rencana pertemuan tersebut belum terjadwal secara adminstrasi. Ia juga menganjurkan, sebaiknya keluarga pasien datang seminggu berikutnya.

"Kita kan enggak ada jadwal menerimanya. Minggu depan saja," ujar Edison yang saat itu mengenakan baju batik kuning.

Menanggapi hal ini, Sutrisno Pangaribuan tetap meminta, agar pimpinan atau direktur Rumah sakit dapat dihadirkan untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

Dikatakannya, pihak manajemen harus ada yang mendengarkan keluhan pasien.

"Karena ini harus dijelaskan dan kita tidak mau ini berkepanjangan. Kita juga engak mau ribut-ribut, jadi ditelpon saja dulu direkturnya. Tak ada gunanya kita berdebat, biar tak terganggu yang lain, sebab ini rumah sakit," ujarnya.

Edison terlihat menghubungi direktur dan wakil direkturnya RSUD Pirngadi melalui telepon selukernya, rupanya tak satu pun juga pimpinan yang dapat dihadirkan. Padahal sekitar setengah jam Demiria dan Sutrisno serta rombongan lainnya menunggu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved