Keluarga Korban Dugaan Mala Praktik Minta Pertanggungjawaban dari Rumah Sakit
Menanggapi hal ini, Sutrisno Pangaribuan tetap meminta, agar pimpinan atau direktur Rumah sakit dapat dihadirkan untuk mengklarifikasi persoalan terse
Penulis: Arjuna Bakkara |
Setelah terjadi perdebatan antara rombongan dengan Edison, akhirnya mereka bersama Demeria diarahkan ke Ruang Rapat persis di samping ruangan direktur umum.
Pada pertemuan tersbut, Sutrisno kembali menjelaskan maksud kedatangannya.
Saat berlangsungnya pertemuan, Demeria hanya terlihat menangis. Saat ditanya, dia tak dapat menjawab banyak. Namun, ia hanya berharap agar mata sebelah kiri anaknya dapat berfungsi kembali. Demikian dengan kakinya yang kerap mengeluarkan cairan berbau tak sedap.
"Aku cuman mau anakku bisa melihat lagi. Itu saja. Aku enggak mau dia jadi buta seumur hidup, karena dulu dia enggak kayak gini," ujarnya lalu menangis.
Menjawab pertanyaan Sutrisno terkait keberadaan bayi tersebut, Edison mengatakan, akan segera melakukan audit terkait mata bayi tersebut. Kami akan segera melakukan audit, sehungga bisa terjawab apakah memang benar mal praktik atau bukan," ujarnya.
(cr1/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ardi-kristopan-korban-mala-praktik-pirngadi-tribun_20170720_182401.jpg)