Sejam Penggerebekan, BNN Ciduk Tiga Orang dari Rumah Kontrakan Ini
Bahkan hampir sekitar satu jam, penghuni rumah tidak mau membukakan pintu, meski petugas BNN sudah menggandeng ketua RT setempat.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Badan Narkotika nasional kota (BNNK) Pematangsiantar menggerebek sebuah rumah kosan kontrakkan di jalan Melati, Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat, kota Pematangsiantar.
Dari dalam rumah tersebut, petugas mengamankan tiga orang penghuni rumah yang dicurigai sebagai pengedar, Senin (14/8/2017).
Pantauan di lapangan, penggerebekkan tersebut terjadi pada Minggu (13/8/2017) malam sekira pukul 22.00WIB dekat dengan kantor Tribun Medan.
Baca: Serunya Lomba Rakit Hias di Kota Ini
Awalnya, penggerebekkan tidak berjalan mulus, karena penghuni rumah sempat melakukan perlawan dengan cara tidak mau membuka pintu.
Bahkan hampir sekitar satu jam, penghuni rumah tidak mau membukakan pintu, meski petugas BNN sudah menggandeng ketua RT setempat.
"Sudah cepat buka pintunya, ijin kan kami masuk. Kami sudah bawa lurah," ucap petugas BNN membujuk penghuni rumah.
Saat petugas membujuk penghuni rumah tersebut untuk membuka pintu, terdengar suara orang seperti menyiram air dari dalam kamar mandi rumah.
"Tolong, buka pintunya jangan sampai kami dobrak dan memanggil pihak kepolisian," ucap Samosir seorang petugas BNN.
Dalam penggebekkan tersebut, tampak lima orang petugas BNN ditemani masyarakat mencoba membujuk penghuni rumah tersebut. Setelah mendengar ancaman, akan memanggil pihak kepolisian baru lah penghuni berani membuka pintu rumah.
"Kamu, sudah dibujuk untuk dibuka, tidak mau juga dibuka. Saya dapat info di rumah ini sering transaksi narkoba," ucap Samosir kepada tiga orang penghuni rumah.
Setelah berhasil membujuk penghuni rumah, petugas BNN pun langsung melakukan penggeledahan. Namun dari dalam rumah tidak ada satupun barang bukti narkoba.
"Siapa tadi yang menyitam air ke WC, jangan kalian anggap kami ini apa. Tahu kami di sini peredaran, sudah kami intip selama seminggu," ucap seorang petugas bNN.
Tak habis akal, BNN pun mencoba menyeser ke belakang rumah tersebut dengan masyarakat. Dari belakang rumah petugas menemukan bungkusan plastik sabu dan dua bungkus ektasi.Meski ditemukan barang bukti dari dalam rumah, seorang penghuni rumah membantah itu bukan barangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bnnk-gerebek-rumah-warga-tribun_20170814_165020.jpg)