Fresh dan Menggoda, Asrinya Pantai Wisata Sibiru-biru
Pantai Sibiru-biru,wisata alam yang berada tak jauh dari ibu kota Medan Sumatra Utara. Kira-kira 25 km jaraknya dari Kota Medan.
Laporan wartawan Tribun Medan /Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.COM- Wisata alam yang satu menyimpan pesona keindahan tersendiri. Ya, namanya Pantai WIsata Sibiru-biru. Dari Kota Medan, jaraknya hanya kira-kira 25 km saja.
Hamparan batu besar, air jernih dan kawasan asri nan sejuk menjadi keunggulannya.
Baca: Dokter Bilang Tunggu Mukjizat, Pesintron Natalie Sarah Berduka
Baca: ASTAGA! Dua Bus Tabrakan, Satu Orang Tewas dan Sembilan Luka-luka
Baca: Yuk Mengenal Lebih Dekat Calon Suami Kahiyang Ayu Sang Putri Presiden Jokowi
Pantai Sibiru-biru merupakan objek wisata sungai fovorit yang ada di Sumatera Utara. Sebenarnya Pantai Sibiru-biru merupakan sebuah sungai.
Namun, masyarakat sekitar menyebutnya pantai karena luas dan besarnya aliran sungai, sehingga di beberapa sudut penunjuk jalan dan plank tertulis Pantai Sibiru-biru.
Amrin, penduduk di kawasan tersebut menuturkan tidak tahu siapa yang pertama kali menyebutnya sebagai pantai. Namun, hal itu sudah kebiasaan penduduk sehingga menamainya Pantai Sibiru-biru.
"Dibilang pantai mungkin karena ukurannya yang luas dan besar, Sibiru-biru diambil dari nama kecamatan dimana sungai ini berada, bukan karena airnya yang biru. Wisatawan luar kota sering salah paham, mereka fikir yang akan akan mereka datangi adalah pantai dengan air yang biru," jelasnya.
Sinta Auliani, pengunjung, menuturkan cukup sering mengunjungi Sibiru-biru untuk membawa keluarga berekreasi.
Menurutnya, alam sekitar Sibiru-biru masih sejuk dan asri sehingga suasana refreshing sangat menyenangkan.
Karena hirup pikuk kota yang cukup melelahkan, karena macet, rutinitas pekerjaan dan lain-lain.
"Kalau sudah weekend ya pastinya mencari destinasi yang jauh dari hiruk pikuk alias tempatnya tenang, asri dan sejuk. Destinasi Sungai Sibiru-biru juga memiliki air yang dingin, bersih dan besar. Ya disarankan datangnya jangan musim hujan, karena sehabis hujan airnya keruh karena banjir kiriman dari aliran atas, saya selalu hindari datang kalau musim hujan," katanya.
Baca: Sungguh Aneh, Mayat Sang Pawang Buaya Justru Ditemukan saat Semua Pawang Pergi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisata-sibiru_20170918_114504.jpg)