Penangkapan Kepala Daerah oleh KPK Bikin Miris, Wanti-wanti Jebakan, Gubernur Minta Tamu Titip Tas

Setidaknya tujuh kepala daerah diciduk KPK. Sebagian di antara mereka bahkan tertangkul Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Penulis: Tulus IT | Editor: Salomo Tarigan
tribun medan/nanda
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat berbincang dengan jajaran redaksi Harian Tribun Medan di Lantai X Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (26/9/2017) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi terkejut mendengar kabar penetapan tersangka Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ditemui di ruang kerjanya Lantai X Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (26/9/2017) petang, Erry pun langsung mengecek ponsel selulernya untuk melihat informasi mengenai peristiwa ini.

"Bupati Kutai? Kapan kejadiannya? Sudah ada beritanya?," kata Erry.

Baca: Jeritan Hati nan Pilu Chairul Nisa Lihat Mama Tewas saat Mengantarnya ke Sekolah

Baca: Jangan Terulang Perampokan Supir Taksi Online, Pengelola Grab Sediakan Nomor Kontak Penting

Baca: Pembantaian di Sipirok, Rupanya Istrinya Masih Hidup, Berlumur Darah, Polisi Buru Pria Misterius

Erry mengaku, miris dengan peristiwa yang akhir-akhir ini menimpa sejumlah kepala daerah karena terlibat kasus suap maupun korupsi.

Sepanjang tahun ini, setidaknya tujuh kepala daerah di Indonesia diciduk KPK. Sebagian di antara mereka bahkan tertangkul Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Erry mengatakan, peristiwa ini juga membuatnya kian waspada terhadap hal yang berpotensi menyebabkan dirinya berurusan dengan persoalan hukum.

Baca: Suami Istri Dibantai di Sipirok, Helmi yang Sekarat dan Berlumuran Darah Ketuk Rumah Tetangga

Contohnya, Erry mengaku sudah menginstruksikan petugas Satpol PP agar meminta setiap tamu yang datang ke ruang kerjanya untuk menitipkan tas yang dibawa.

Bahkan, peraturan ini juga berlaku bagi jajaran SKPD Pemprov Sumut.

"Saya bilang sama Satpol PP kalau ada yang datang bawa-bawa tas biar dititip saja. Kalau ada SKPD yang datang juga saya bilang bawa keluar tasmu. Nanti dijebak pula saya, gara-gara Rp 50 juta hancur saya" kata Erry.

Tak hanya itu, Erry juga menjaga diri dari ulah oknum yang berniat menjebaknya melalui sambungan telepon.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved