Traveller
Dulunya Pemandian Orang Belanda, Indahnya Pemandian Alam Sweembath
Kekayaan panorama alam Kabupaten Simalungun, masih banyak yang belum terekspose mata pecinta traveling.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Kekayaan panorama alam Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara masih banyak yang belum terekspose mata pecinta traveling.
Pariwisata alam Kabupaten Simalungun ternyata menyimpan satu lokasi pemandian mata air nan sejuk di balik kesejukan alamnya yang masih hijau.
Baca: Lawan Persibat Batang Ricuh Usai Laga, Begini Komentar Tim PSMS
Baca: Bingung Dengan Aksi 299, Wiranto: PKI Sudah Dilarang, yang Didemo Apalagi?
Baca: Isu PKI Bangkit: Hanya 12,6% Warga Percaya, Mayoritas Pendukung Prabowo dan Partai Pengusungnya
Salah satunya yang saat ini belum terkelolah maksimal adalah pemandian alam Sweembath di Nagori Naga Soppa, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.
Pemandian ini berada di tengah rerimbun pepohonan hijau yang besar, sehingga udara sejuk jadi penambah daya tarik.
Untuk menuju ke lokasi, wisatawan bisa mengendari sepeda motor bahkan bus pariwisata. Lokasi ini kira-kira berjarak kurang lebih 20 Km dari Kota Pematangsiantar. Jika Anda dari arah Tebingtinggi, Anda bisa masuk lewat simpang Dolok Merangir menuju Serbalawan atau Bahapal.
Jika dari Kota Medan, menggunakan mobil, bisa memakan waktu 2,5 Jam dengan rute Medan-Lubuk Pakam- Perbaungan-Serdang Bedagai-Tebing Tinggi- Serbelawan- Bahapal.
Di Serbelawan, kondisi jalan masih sangat rusak, aspal sudah hancur dan berdebu lantaran sedang dalam perbaikan. Saat melintas daerah Serbelawan wisatawan akan diuji kesabarannya.
Keunikan pemandian ini, pancaran mata airnya bisa dinikmati lantaran ditata layaknya kolam renang modern. Pengunjung yang tidak bisa berenang bisa menikmati kolam yang berdiameter dangkal. Selain itu, warga sekitar juga siao sedia menjajakan ban karet untuk pengunjung.
Baca: Mencuat Isu PKI, Netizen: Digoyang Isu PKI, Pak Jokowi Goyang Maumere, Maju Terus Pak De!
Warga setempat, Bambang menjelaskan, konon muasal kolam renang Sweembath dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda.
Kolam ini juga tempat orang-orang Belanda menjajakan diri menikmati masa istirahat untuk refreshing. Lokasi ini juga masih menjadi bagian dari Perkebunan PTPN IV Laras.

"Dulunya ini pamandian orang Belanda. Mereka yang bangun pemandian ini. Belakangan mulai dikelolah pemerintah dan warga setempat. Awalnya ini ditemukan mata air yang memancar besar dan jernih," katanya.
Di lokasi ini juga terlihat jembatan besi yang bisa dinikmati untuk melompat gaya bebas dari atas ke arah kolam. Warga sekitar juga banyak yang hidup mencari nafkah menjajakan jajana kuliner, seperti mi sop, gadogado, pecal, mi goreng, dan beragam camilan serta minuman.
Baca: Alhamdulillah! Jemaah Haji Kloter 21/MES Tiba di Tanah Air
Wisatawan lokal yang datang tidak hanya dari sekitar Simalungun, bahkan ada yang datang dari Rantau Prapat. Dini misalnya. Dia datang setelah melihat salah satu akun Instagram.

"Tahu lokasi ini dari Sosmed, tertariknya karena lihat airnya jernih dan katanya sejuk. Apalagi kan pemandian mata air jadi belum tercemar bahan kaporit. Datang sama keluarga ini," ujarnya.
Untuk tarif masuk, pengunjung tak usah takut harus merogoh kocek sampai dalam. Karena per orang hanya dikenakan tarif Rp 5.000 per orang. Jika datang beramai-ramai bahkan bisa diberi potongan harga. (dyk/tribun-medan.com)