Terungkap Bonek Hajar Dua Pendekar PSHT hingga Meninggal Gara-gara Korban Lakukan Ini

Akibat bentrok dua kelompok dini hari itu, dua nyawa melayang dari pihak anggota PSHT.

Editor: Tariden Turnip
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Bonek mengungkapkan kegembiraannya di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (8/1/3017). Ribuan bonek berjingkrak di halaman GOR Pajajaran setelah Persebaya Surabaya berkompetisi kembali. (TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S) 

Keributan antar dua kelompok, suporter bola dan kelompok perguruan silat sebenarnya terjadi dua kali. Namun keributan pertama bisa diredam saat keduanya berpapaan di Oso Wilangun. 

Saat itu sekitar seratus anggota perguruan silat berselisih paham di jalanan.

Mereka berpapasan. Anggota perguruan silat hendak menghadiri acara di Gresik.

Saat berpapasan itu kedua kelompok sempat bentok kecil. Namun karena manajemen pengamanan polisi yang melekat waktu itu keributan bisa diredam.

"Sesuai SOP manajemen pengamanan suporter bola ini berjalan baik. Bahkan keributan bisa diredam saat mereka berpapapasan dengan kelompok perguruan silat," terang Iqbal.

Diduga keributan awal itu dipicu ketersinggungan yang wajar saat massa dalam jumlah banyak bertemu di jalan. 

Usai keributan itu massa suporter bola itu terus berkumpul. Termasuk di SPBU Balongsari atau Bundaran Margomulyo.

Sekitar pukul 23.00 dua anggota perguruan silat itu melintas dan menerobos kerumunan suporter bola.

"Bonek melihat ada atribut dan label PSHT ( Perguruan Silat Setia Hati Teratai). Dua kelompok tak berimbang itu bentrok hingga jatuh korban meninggal," kata Iqbal. ''

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban tawuran antara Suporter sepakbola (Bonek) dengan PSHT Gresik, Sabtu (30/9/2017) malam. 

Ia menyampaikan permintaan maaf pada keluarga korban yang akhirnya meregang nyawa akibat bentrok. 

"Ya, saya atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga korban meninggal kemarin malam," kata Minggu (1/10/2017). 

Risma menyebut Pemkot akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan mengirimkan perwakilan ke rumah korban tawuran tersebut sebagai permintaan maaf.

Risma juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling membalas. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya agar masalah ini diusut. Yang salah tetap salah. Agar tidak ada yang saling balas dendam," imbuh Risma. 

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved