Kian Panas, Isu Paripurna Istimewa Anies-Sandi hingga Harus ke Singapura

Bahkan Prasetio memberi contoh Ahok dan Djarot pun tak digelar paripurna istimewa saat menjabat gubernur.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) memberikan sambutan saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM- Isu penyelenggaraan sidang paripurna istimewa Anies-Sandi kian panas di DPRD DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi ngotot tak akan menggelar paripurna istimewa tersebut.

Baca: Sosok Aneh Engku Emran Terbongkar Setelah Nikahi Cynthia Bella

Prasetio bersikukuh paripurna istimewa tak perlu karena Gubernur dan Wagub dilantik Presiden.

Berbeda dengan jaman Jokowi-Ahok dimana pelantikan dilakukan oleh DPRD DKI.

Bahkan Prasetio memberi contoh Ahok dan Djarot pun tak digelar paripurna istimewa saat menjabat gubernur.

Bahkan kini Prasetio tengah berada di Singapura untuk suatu urusan. Sehingga tak mungkin memimpin Bamus atau menandatangani apapun terkait paripurna istimewa.

Padahal 4 wakil di DPRD DKI meminta agar paripurna istimewa tetap diadakan.

Paripurna istimewa merupakan penyambutan terhadap gubernur dan wakil gubernur baru.

Tak ada pengambilan keputusan dalam paripurna tersebut. Tapi cukup mendengarkan visi misi dan berbagai program dari pemimpin baru.

Baca: Jessica Iskandar yang sampai Rela Jadi SPG, Malu jika Tawarkan yang Aneh-aneh

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Muhamad Taufik, mengatakan, masih menganggap Prasetio (Ketua DPRD dari Fraksi PDIP) belum membaca surat edaran Kemendagri nomor 162/34/8403 tentang pidato sambutan gubernur, bupati, walikota pada sidang paripurna DPRD.

"Jadi jelas hukumnya wajib kalau melihat surat edaran ini. Ini nggak bisa dibantah. Ini aturan," kata Taufik dalam jumpa pers di ruang lantai 9 gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017) siang.

Taufik menyalahkan argumentasi Prasetio yang membandingkan dengan Ahok dan Djarot yang tak dilakukan sidang paripurna istimewa saat diangkat jadi gubernur.

"Kalau kemarin Ahok sama Djarot nggak ada paripurna istimewa karena mereka bukan hasil Pilkada serentak. Pak Jokowi sudah pidato di paripurna. Ahok Djarot kan hanya meneruskan saja," kata Taufik.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved