Guru Ditangkap Karena Raba-raba Dada Siswinya, Sejumlah Siswa Malah Demo Minta Dibebaskan

"Kembalikan guru kami, Pak TM gak bersalah, kembalikan nama baik sekolah kami," teriak siswa dengan nada seperti menangis.

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Ratusan Siswa SMK Bintang Timur menggeruduk Polres Pematangsiantar, mereka protes guru komputer bernama Tulus ditahan dalam kasus cabul terhadap siswinya, Kamis (26/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masih berseragam sekolah, sejumlah siswa Bintang Timur menggeruduk kantor Polres Pematangsiantar.

Mereka berteriak, meraung, dan menggoyang-goyang pagar besi Polres Siantar di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (26/10/2017)

"Kembalikan guru kami, Pak TM gak bersalah, kembalikan nama baik sekolah kami," teriak siswa dengan nada seperti menangis.

"Biar aja ditembak, biar mati. Kembalikan guru kami," ujar seorang siswi.

Baca: Bukannya Mengajar yang Baik, Guru Ini Malah Raba-raba Dada Siswinya saat Pelajaran Praktik Komputer

Ratusan siswa BT bersikeras ingin masuk ke Polres Siantar, mereka juga membawa karton dengan dukungan untuk Guru Komputer Tulus Julianus Marbun. Satu di antara kertas karton bertuliskan We Love Pak TM, Save Pak TM.

Petugas polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pun tampak menghadang ratusan siswa BT. Tak gentar, ratusan siswa-siswi tetap berusaha menerobos masuk. Namun ditenangkan oknum guru dan rekan lainnya.

Oknum guru mengaku tidak ada mengumpulkan ratusan siswa ini. Katanya ini inisiatif para siswa dan aksi ini di luar jam sekolah.

Baca: Oknum Guru Diduga Lakukan Pelecehan Berkali-kali, Tiga Siswinya Mengadu ke Polisi

"Enggak ada dikumpuli. Inisiatif mereka semua ini," ujarnya.

Kasat Reakrim Polres Siantar Restuadi dan KBO Iptu Junjungan turun langsung meredam protes para siswa.

Restuadi bahkan sempat kesal dan melontarkan kalimat bernada tinggi.

"Tenang kalian. Gimana kalau kalian yang jadi korbannya? Ayo masuk yang mau masuk biar dijelaskan bagaimana," tegas Restuadi.

Hingga berita ini diterbitkan, sekitar empat orang siswi diajak masuk sebagai perwakilan. Di waktu bersamaan polisi terus disoraki ratusan siswa siswi Sekolah BT. Amatan tribun-medan.com ada sekitar 200 siswa yang melakukan protes. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved