PSSA Asahan Cetak Sejarah usai Raih Runner-up Piala Soeratin U-15 Nasional
Menjadi runner-up di Kejuaraan Piala Soeratin U-15 tingkat nasional menjadi pencapain sejarah bagi klub PSSA Asahan.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Victory Arrival Hutauruk
Tribun-Medan.com, MEDAN - Menjadi runner-up di Kejuaraan Piala Soeratin U-15 tingkat nasional menjadi pencapain sejarah bagi klub PSSA Asahan.
Hal ini dikarenakan raihan ini kali pertama tim yang bermarkas di Kabupaten Asahan bisa melaju ke babak final kejuaraan tingkat nasional.
Setelah mampu menumbangkan tim-tim besar seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta. PSSA harus mengakui kekuatan tim Jawa Barat di final dengan kalah 4-1 pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (28/10/2017) malam.
Baca: Polisi Menyaru Sebagai Resepsionis Untuk Menangkap Empat Perempuan Kurir Sabusabu
Baca: Pastikan Perbaikan Jalan Berkualitas, Eldin Tinjau Lokasi
Baca: Jadwal Babak Delapan Besar Belum Pasti, Ini Harapan Kiper PSMS Medan
Direktur Teknik PSSA Asahan U-15 Safei Pilly mengakui gelaran ini adalah pencapain terbaik tim Asahan setelah sekian tahun. Mampu melesat hingga ke partai final di kejuaraan sebesar Piala Soeratin U-15 adalah sejarah bagi tim ini.
"Bisa dikatakan ini adalah sejarah bagi tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Asahan, kita sudah kalahkan Jakarta dan Yogyakarta. Kita bisa menjadi runner-up di kejuaraan nasional. Anak-anak kita mampu jadi top skore dan pemain terbaik ini bukti kita," jelasnya, Minggu (29/10/2017) lewat sambungan selular.
Pilly mengakui seluruh pemain dan official telah berikan yang terbaik. Hanya saja dewi fortuna belum hinggap di kubu PSSA. "Saya apresiasi kinerja anak-anak mereka muda dan berbakat. Seluruh manajer juga sudah maksimal, Askot PSSI kita juga sudah berikan terbaik. Tapi namanya sepak bola semua bisa terjadi," bebernya.
Namun, Pelatih berlesensi A AFC ini mengakui banyak hal yang harus di evaluasi dari tim. Ia menjelaskan kegagalan pemain karena masih belum matang secara mental di final.
"Namanaya usia muda mereka masih labil. Hari ini bermain bagus besok belum tentu. Jadi kemarin memang yang perlu dievaluasi adalah pemain belakang yang sering melakukan kesalahan mendasar, passing yang salah dan clearen yang tidak maksimal. Berikutnya kita akan perbaiki ini," jelasnya.
Ia percaya bahwa PSSA mampu untuk berkata banyak di gelaran kejuaraan berikutnya.
"Persiapan yang matang saya yakin tim ini mampu membawa juara di tahun depan," pungkasnya.
(cr10/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pssa-asahan_20171029_130211.jpg)