Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Sang Adik Histeris, Abangnya Richard Tewas Bersimbah Darah Dibacok Perampok

Refles Pakpahan tak henti meneteskan air mata, saat dapat kabar ada pembacokan di rumahnya

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Orangtua korban Boru Sitorus menangis, kondisinya masih trauma setelah melihat kondisi luka bacok anaknya pascaperampokan dikediamanya di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGMORAWA - Refles Pakpahan tak henti meneteskan air mata, saat dapat kabar ada pembacokan di rumahnya, yang menewaskan abangnya Richard Vanes Pakpahan (16).

Dan, saat ia hendak memastikan kabar tersebut ke rumah, ia melihat puluhan hingga ratusan orang memadati kediamannya, Jalan Lintas Sumatera, tidak jauh dari gerbang Tol Tanjungmorawa.

Ia pun bergegas mencari ibunya, Boru Sitorus. Kala itu, Refles masih mengenakan pakaian sekolah, celana pendek biru dan kemeja putih.

Ia berupaya masuk ke dalam rumah, tapi petugas kepolisian sudah memasang garis polisi di pagar rumah.

Para tetangga berusaha menenangkannya. Mereka membawa Refles ke rumah, yang berjarak dua rumah dari rumahnya. Di teras rumah tersebut Boru Sitorus sedang duduk sembari meneteskan air mata.

Refles kemudian memeluk ibunya. Suara tangis menggema di lokasi. Para warga berupaya menenangkan mereka. Tak lama kemudian, tetangganya mengambil air minum untuk Refles dan Boru Sitorus. Kemudian, Boru Sitorus memberi makan Refles, yang masih meneteskan air mata.

"Sudah nangisnya, ya nak, tenang, ya nak, sudah ada polisi yang menangani kok. Kamu makan dulu, ya. Jangan menangis terus," ujar Boru Sitorus, sebelum dua petugas polisi memanggilnya untuk dimintai keterangan.

Setelah itu, seorang perempuan berkulit sawo matang menyuapi Refles, sembari mengelap keringan di keningnya. Rafles terlihat menyeka air mata di pipinya dengan pakaian sekolah yang dikenakannya.

"Saya pulang sekolah, terkejut dapat kabar ada kejadian ini. Kakak saya juga enggak tahu. Kami tiga bersaudara. Saya anak ketiga. Tadi saya masuk sore, begitu juga kakak. Sehingga, kami sangat terkejut," katanya sembari tersedu-sedu, Selasa (14/11/2017).

Petugas mengumpulkan barang bukti pascaperampokan salah satu rumah di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia.
Petugas mengumpulkan barang bukti pascaperampokan salah satu rumah di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Kemudian, perempuan yang menyuapinya itu menceritakan, J Pakpahan, ayah Refles membawa Richard ke Rumah Sakit GL Tobing.

"Awalnya dibawa ke RS GL Tobing, namun tidak tahu sekarang dirujuk ke mana, ada yang bilang ke Rumah Sakit Pirngadi atau Rumah Sakit Adam Malik. Kami juga enggak tahu bagaimana kronologisnya tadi," ujarnya.

Pakpahan dan Boru Sitorus mempunyai tiga anak, dua laki-laki, satu perempuan. Richard merupakan anak pertama. Anak kedua mereka perempuan, dan anak ketiga, Refles.

Richard Vanes Pakpahan (16) siswa SMA Roma Katolik (RK) Serdang Murni, Lubukpakam, Deliserdang, meninggal kena bacok pria, yang diduga kerabat orangtuanya.

Richard disebut-sebut memergoki pria itu mencuri di rumah orangtuanya, Jalan Lintas Sumatera, Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa (14/11).

Awalnya, Richard, yang mengalami luka di leher dibawa ke Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa.

Namun, pihak GL Tobing merujuk Richard ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Nyawa remaja tersebut pun tidak tertolong. Ia meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bacok pada bagian leher.

Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang-kejang saat tiba di RS Pirngadi. Tim dokter langsung melakukan penanganan awal. "Kondisi korban memang sudah sekarat. Kita lakukan pompa jantung manual, tapi nyawanya tak tertolong," ujar Triase.

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga membawa jenazah Richard pulang menggunakan ambulans RS GL Tobing. (tio/tribunmedan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved