Wow, Pemandangan dari Pusuk Buhit Mirip di Switzerland
Pusuk Buhit menjadi destinasi yang cukup direkomendasi jika anda ingin melihat sudut lain dari Danau Toba.
TRIBUN-MEDAN.COM- Pusuk Buhit menjadi destinasi yang cukup direkomendasi jika anda ingin melihat sudut lain dari Danau Toba.
Yap, barisan perbukitan, persawahan hingga air tujuh rasa dan kampung Raja Batak, menjada daya tarik tempat ini.
Bagi anda yang tidak biasa tracking, awalnya langkah kaki terasa berat sedari di kaki gunung, bukan karena kelelahan mendaki tapi karena asyik mondar-mandir mendokumentasikan tiap sudut dan angle bukit dan pemandangan sekitar di dataran terjal.
Ada 3 kecamatan yang berada langsung di bawah gunung Pusuk Buhit, yakni Kecamatan Sianjur Mula-mula, Pangururan dan Harian Boho, Sumatera Utara.
Bagi anda yang berjiwa berpetualangan kawasan Pusuk Bukit memiliki kontur lahan yang sangat berbeda dari gunung-gunung lainnya.
Baca: Perbedaan Sikap Cewek Vs Cowok Saat Jatuh Cinta, Kamu Merasakannya?
Jalan berliku-liku yang memutari bukit. Menawarkan padang savana seperti yang ada di pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok. Bahkan keindahan bunga matahari tumbuh mekar menjadi penghias di kawasan kaki gunung.
Jika cuaca sedang tidak berkabut, pemandangan bukit-bukit sekitaran Danau Toba dan persawahan yang berkotak-kotak dengan aneka warna tampak indah dari atas gunung.
Untuk mencapai ke puncak Pusuk Buhit ada 7 bukit yang harus diputari jika anda melalui rute datar, lama perjalanan bisa mencapai 7 jam.
Tapi jika ingin jalur menantang ada rute singkatnya, yakni melewati 7 tanjakan dengan melewati kontur tanah yang curam dan terjal, lama perjalanan paling lama hanya 4 jam.
Dua rute tersebut merupakan jalur dari Desa Limbong, akses yang sudah dibuka oleh masyarakat sekitar yang juga sering menyambangi puncak bukit untuk memanjatkan harapan. Ya, Pusuk Buhit masih dianggap gunung sakral dan keramat yang penuh mitos dapat mengabulkan doa, sehingga penduduk sekitar cukup rutin ke Pusuk Buhit.
Pusuk Buhit terdiri dari berlapis-lapis bukit. Melewati bukit satu persatu, adakalanya semakin menjauhkan pendaki dari puncak yang sebenarnya. Hal ini disebabkan luasnya diameter gunung ini, serta rute pendakian yang melingkar, sehingga di satu titik kita menjauh dari puncak.
"Minta apa ke Pusuk Buhit?" pertanyaan ini bakal sering ditanyakan penduduk saat ada wisatawan atau pendatang mendaki gunung mati dengan ketinggian 1.500 meter lebih dari permukaan laut dan 1.077 meter dari permukaan Danau Toba ini menyambangi Pusuk Buhit, Samosir, Sumatera Utara.
Jangan buru-buru bingung, karena Pusuk Buhit masih dianggap gunung keramat dan menjadi tempat sakralnya orang Batak. Konon, orang Batak pertama, Siraja Batak diyakini diturunkan di Pusuk Buhit dan mendirikan kampung yang kini disebut Sianjur Mula-mula.
Ada kepercayaan, Siraja Batak yang diturunkan di Pusuk Buhit merupakan keturunan dari Dewa, sehingga tidak sedikit yang datang ke sana memiliki maksud tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pusuk-buhit_20160215_141354.jpg)