Alamak
Mulanya Mahasiswi Cantik Menolak Ajakan Ngamar, Selanjutnya Malah Pasang Tarif
Keberadaan wanita pemuas nafsu dari kalangan mahasiswa bukan hanya cerita belaka.
Selain menimba ilmu, ia juga melayani jasa melepas syahwat para pria kesepian.
Tentu dengan imbalan sejumlah rupiah yang nominalnya telah disepakati.
Sudah lebih dari setahun Kenanga menjalani profesi ganda, mahasiswi sekaligus praktik plus-plus berbayar.
Mulanya, ia hanya 'nyambi' menjadi pemandu lagu freelance.
Seiring dengan berjalannya waktu, ia pun mengambil peran lebih dalam.
Gadis asal eks Karisidenan Banyumas itu berbagi cerita kepada Tribun Jateng.
Baca: Fahri Hamzah Balas Sindiran Yunarto: Pejabat Itu Hidup di Aquarium
Baca: Serasa Dapat Durian Runtuh, 3 Kisah Driver Ojek Online yang Nasib Mujurnya Bikin Iri
Baca: Mengulik 6 Fakta Mencengangkan Gugatan Cerai Ahok pada Veronica, Bermula Rayuan Maut
Baca: Miris, Beredar Video Siswa SMP Buka Baju dan Tantang Kepala Sekolah untuk Berkelahi
Baca: Tak Disangka, Ternyata Begini Perilaku Siswa SMA N 1 yang Aniaya dan Tewaskan Gurunya
Sembari menyeruput jus buah, ia mengaku semua itu rela dia lakukan untuk menopang biaya kehidupan sehari-hari, dan biaya kuliah selama ini.
"Saya kuliah biaya sendiri, dapat duit dari orangtua saat pertama saja, untuk daftar dan biaya hidup awal-awal di Semarang. Setelah itu, saya ingin sepenuhnya mandiri, tak mau membebani orangtua," katanya, baru-baru ini.
Kenanga menuturkan, setelah uang pemberian orangtua, sisa pendaftaran kuliah itu ludes, ia pun mencoba peruntungan dengan menjadi pemandu lagu freelance, dengan tarif Rp 100 ribu/jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-mahasiswi_20171115_104138.jpg)