Pahit Getir Karier Kapolda Sumut, Dari Tugas di Timor Timur hingga Naik Pangkat Secara Ajaib

"Saya rasa semua yang ada di sini (Polda Sumut) tidak pernah mengalami hal seperti yang saya alami,"katanya, Senin (26/3/2018).

"Dalam waktu cepat, TR saya turun dan diminta menjadi Kapolsek Metro Menteng. Di sini saya juga bekerja sampai malam. Di sini yang saya bingung. Baru tiga bulan menjadi Kapolsek, saya disuruh tugas menjadi Wakapolres Tangerang. Ini suatu keajaiban yang saya syukuri,"katanya.

Sebelum itu, kata Kapolda, Mabes Polri bilang apakah berminat jadi Wakapolres Tangerang?

"Saya menjawab, yang mau jadi Wakapolres siapa? Tapi kalau itu usulan dari pimpinan, kenapa tidak,"ujar Paulus.

Diakuinya, saat Sespim dirinya sudah tahu kalau dirinya lulus Sespim.

"Setelah itu saya jadi Kapolres di Jayapura dan tiba-tiba saya disuruh menduduki jabatan di DitReskrim Polda Jayapura. Ini misteri yang saya maksud. Tapi terjadi, kenapa?" tanya Kapolda.

Karena, sambung Kapolda, kata kuncinya bekerja. Memang ini tidak masuk akal, tapi dampaknya sangat menakjubkan karena bekerja dengan sungguh-sungguh.

Tiga tahun Ditreskrim terus dipindah ke Mabes Polri dan saat itu dirinya sudah menjadi Kombes.

"Tapi kembali di Mabes saya gak ada jabatan. Alhasil saya harus terus ikut piket. Hari ini piket, tiga hari kemudian piket lagi. Itu biasa. Saya bekerja dengan tulus tanpa ada prasangka buruk dan saya tanam dalam hati kalau hal ini (piket) itu merupakan hal yang biasa,"katanya.

Sampai-sampai, kata Paulus, ada Pamen Pati yang bertanya ke dirinya.

"Kok piket lagi, tapi semalam piket juga. Saya bilang, ada sprint yang menyatakan saya harus piket, jadi ya saya piket," ujar Waterpauw.

Diakuinya, pihaknya merasa heran ketika teman-teman mengucapkan selamat kepada dirinya karena mendapat TR yang menyatakan dirinya menduduki jabatan Brigjen. Sungguh ajaib.

"Teman-teman ucapan selamat ke saya. Saya bingung. Karena saya belum Pati tapi kok bisa Brigjen," katanya.

"Jadi saya berpikir, dengan bekerja sungguh-sungguh dan mencintai pekerjaan di mana kita disuruh," ujarnya seraya menyatakan karena hal itu merupakan penilaian dari pimpinan.

Diakuinya, menyesal kemudian tiada artinya itu betul.

Kemarin, katanya, dirinya dipanggil Kapolri dan dibilang tingkatkan lagi kinerja karena mendekati Pilkada. Jadi, sambungnya, dirinya membentuk tim dan membuat pola keamanan jelang pilkada.

"Perlu diingat, Komunikasi itu penting. kalau ada sesuatu hal itu bisa diupayakan karena komunikasi," katanya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved