Cacing Pita 10,5 Meter Hidup di Perut Warga Simalungun, Diperkirakan Berasal Makanan Ini
2 November 2017, ditemukan kasus saat seorang warga membuang kotoran, dia mengeluarkan cacing pita 10,5 meter.
Baca: Tanta Ginting Nikahi Miss Indonesia 2013 di Texas, Tetap Bawa Tradisi Karo
Atas temuan ini, pihak FK UISU melakukan kerja sama dengan tiga universitas asal Jepang dan empat universitas di Indonesia untuk melakukan penelitian.
Ketiga universitas dari Jepang tersebut adalah Department of Parasitology, Asahikawa Medical University; Laboratory of Veterinary Parasitology, Joint Faculty of Veterinary Medicine Yamaguchi University; dan Center of Human Evolution Modelling Research, Primata Research Institute, Kyoto University.
Sementara dari Indonesia, yakni Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali; Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang; Direktorat Pascasarjana Universitas Sari Mutiara, Medan; dan Departemen Farmakologi FK Universitas Methodist Indonesia, Medan.
"Tim telah selesai melakukan pemeriksaan molekuler terhadap empat sampel cacing pita asal Kabupaten Simalungun, termasuk draf artikel ilmiah," kata Umar.
Baca: Ini Wanita yang Disebut Istri Ketiga Opick, Cantik, Pengusaha dan Wakil Rakyat Lo!
Baca: Hotman Paris Bangga Menangkan Aquafarm dalam Gugatan Pencemaran Danau Toba
Selanjutnya, artikel tersebut dikirim ke WHO guna melanjutkan penelitian atas penemuan endemi Taeniasis di Kabupaten Simalungun.
Sembari menunggu dukungan dari WHO, tim FK UISU akan kembali turun ke lokasi yang sama, di mana pertama kali ditemukan cacing pita di Kecamatan Silau Kahaean.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Ditemukan di Simalungun
Penulis : Kontributor Pematangsiantar, Tigor Munthe
Update: Baca: Inilah Cacing Pita Terpanjang di Dunia Berukuran 10,5 Meter dari Perut Seorang Warga di Simalungun!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cacing-pita_20180327_140218.jpg)