Jalan Berliku Bunga Hambali hingga Jadi Putri Indonesia Sumatera Utara 2017
Sebagai Putri Indonesia Sumatera Utara 2017, Sri Bunga Rizky mengaku memiliki tiga kiat sukses, yaitu temukan passion, nikmati prosesnya
"Dulu saat saya berangkat ke semua tempat yang saya kunjungi dengan mengendarai sepeda motor seorang diri. Bisa dibilang sepeda motor tersebut tidak layak seperti sepeda motor pada umumnya. Sepeda motor saya terkadang tidak dapat distarter tapi diengkol dan terkadang lampunya mati, harus diketok ketok dulu. Saya sengaja pakai sepeda motor tua itu agar lebih minim kejahatan, terhindar dari begal," ucapnya
Bunga berbagi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan saat menuju Puteri Indonesia 2017, kisah yang unik,sedih,senang, bercampur menjadi satu adalah ketika berjalan alias catwalk mengelilingi Lapangan Merdeka Medan dengan menggunakan Sepatu Heels 20 sentimeter.
“Mungkin sebagian orang yang melihat saya pada saat itu berpikir hal yang saya lakukan itu aneh. Tetapi saya tidak merasa malu, karena yang saya lakukan memiliki manfaat bagi diri saya sendiri dan orang lain. Kaki saya sampai luka lecet berdarah. Namun kesakitan itu terbayar ketika saya menjadi contoh bagi banyak orang untuk menjadi pribadi yang lebih confidence. Sehingga dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih percaya diri,” tuturnya.
Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari orangtuanya untuk berkarier di dunia modelling. Namun akhirnya ia mendapat dukungan penuh.
“Awalnya orangtua menolak, mengingat keluarga saya religius. Saya juga sekolah agama secara mendalam di pesantren tapi di situ saya berpikir bahwa sebenarnya Tuhan sudah memberikan suatu anugerah kepada saya yang enggak orang lain miliki. Kini orangtua saya sudah mendukung penuh karier saya. Saya selalu berkarya dan berprestasi tanpa mengurangi nilai sosial atau agama yang ditanamkan dari sejak dini oleh orangtua saya," ujarnya.
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini mengaku tujuannya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi karena ia ingin menjadi Duta Besar Bangsa Negara Indonesia di Negara Asing.
Perempuan kelahiran 14 Juni 1998 ini juga aktif dalam kegiatan sosial di Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro No.110, Madras Hulu, Medan.
Dengan menjadi relawan, Bunga mengajarkan pendidikan kepada anak-anak di Panti Asuhan.
Ia berkeinginan untuk bisa membuka yayasan agar dapat membantu anak-anak jalanan dan anak-anak panti asuhan yang ingin memperdalam lagi tentang ilmu pendidikan dan moral.
“Saya berharap dapat menjadi orang berpengaruh di Indonesia. Saya tetap berusaha bekerja keras mengarahkan kemampuan saya dengan semakin banyak belajar dan mengikuti kegiatan positif, senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu menjadi lebih baik lagi,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sri-bunga-rizky_20180401_132600.jpg)