News Video
Jelang Pemilihan Presiden, Pemerintah Indonesia Ancam Tutup Facebook
Kegagalan Facebook melindungi data pengguna dari propaganda politik selama Pemilu Kepresidenan AS dianggap menjadi ancaman buat Indonesia.
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Baca: Memalukan Skandal Data Pengguna Bocor, Pendiri Telegram Sindir Facebook Begini
Baca: Datangi Kemenkominfo, CEO Telegram Tegaskan Tak Jual Data Percakapan Pribadi pada Siapa Pun
"Setidaknya di Amerika mereka bisa memanggil Mark Zuckerberg ke Kongres jika merasa terganggu. Di sini kami tidak bisa melakukannya," keluh Clarissa David, Professor Komunikasi Massa di University of Philippines, kepada Financial Times.
Meski berjanji bakal menangani masalah tersebut, Facebook juga mengakui perbaikan ini akan memakan waktu bertahun-tahun.
Platform media sosial yang saat ini dihuni oleh lebih dari dua miliar pengguna aktif itu juga berkomitmen untuk tetap melindungi konsumen di Asia Tenggara.
Namun janji tersebut dinilai belum cukup.
Kepada Financial Times, Phil Robertson, Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch, menilai Facebook hanya memiliki kepentingan bisnis.
"Mereka mendulang keuntungan berlimpah dari ekspansi besar-besaran (di Asia Tenggara), tanpa mengemban tanggungjawab sama sekali kecuali ketika ditekan," ujarnya.
(Bloomberg/ Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/facebook-1_20180323_164925.jpg)