Kuliner
Warung Koffie Batavia, Bawa Ciri Khas Jakarta ke Kota Medan
Warung Koffie Batavia dengan ciri khas Jakarta ini diperluas ke Balikpapan, Surabaya, Bali, Makassar, Pekanbaru
Laporan Wartawan Tribun Medan, Natalin
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Warung Koffie Batavia (WKB) kini hadir di Medan.
Buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB di Tijili Square Jalan Kapten Patimura No 342, Medan.
Setelah berhasil membuka dan menaklukan pasar Jakarta dengan outlet di Grand Indonesia, Senayan City, Mal Kelapa Gading kemudian Soekarno-Hatta International Airport Terminal 3 Ultimate.
Warung Koffie Batavia dengan ciri khas Jakarta ini diperluas ke Balikpapan, Surabaya, Bali, Makassar, Pekanbaru, dan yang sangat menarik pembukaan premier outlet di Tijili Square Medan.
Marketing Manager WKB, Shara Moza mengatakan, Warung Koffie Batavia brand asal Jakarta yaitu Opco Indonesia.
Baca: Truk Alami Rem Blong, Dua Orang Tewas di Tempat, Satu Meninggal di Rumah Sakit
Opco Indonesia percaya bahwa dari zaman Batavia, Jakarta selama penjajahan Belanda itu memegang peran yang sangat penting dalam budidaya di seluruh dunia dan perdagangan salah satu komoditi terbesar yang diperdagangan di dunia sampai saat ini yaitu kopi.
“Kami dari Opco Indonesia mau mengembangkan ke dalam bentuk warung. Di mana orang Indonesia, Jakarta dan daerah-daerah seluruh Indonesia bisa menikmati kopi asli dari Indonesia itu sendiri.Konsep yang kita angkat di sini, karakteristik Indonesia dan Belanda, sebab historynya tadi,”ujarnya, Selasa (10/4/2018)
Interior dan menu WKB memiliki karakteristik Indonesia dan Belanda. Dari desain interior dapat terlihat WKB menggunakan sentuhan kayu yang menandakan tradisional warung. Dari segi pemilihan kursi yang berwarna putih dan biru menunjukan lebih ke dutch.
“Fasilitas WKB yakni wifi, ada area smoking dan non smoking, serta atmosfer yang mendukung customer lebih private. Untuk konsumen yang senang hang out lover biasanya mencari tempat nongrong yang instagramable disini tempat yang oke. Kita heritagenya masih dapat, musik yang diputar pun masih musik Indonesia yang tradisional seperti keroncong jadi memang suasananya jadi lebih kental,”ucap Shara.
Ia menjelaskan pemakaian kata warung karena biasanya sebagai tempat tradisional untuk orang yang menikmati makan dan minum. Oleh sebab itu WKB menggunakan kata warung. Koffie dari bahasa Belanda dan WKB memiliki tagline yang artinya pemanggang kopi yang berkualitas.
“WKB serius dalam mengembangkan dan mengangkat produk-produk Indonesia. Karena biji kopi yang kita jual disini dan disajikan ke customer itu semua hasil biji kopi dari Indonesia antara lain Robusta, Arabica, House Blend, Finest Blend dan Luwak. Jadi kita sangat apresiasi sekali dengan Indonesia yang bisa menghasilkan biji kopi yang luar biasa, tidak kalah saing dengan kopi yang ada di luar. WKB ini mengindentifikasi bahwa Indonesia mampu bersaing dengan brand-brand yang lain,”ungkapnya.
Bedanya WKB dengan coffee shop yang lain yakni WKB menyajikan menu makanan nusantara.
“Warung di Indonesia biasanya indentik dengan makanan besarnya. Jadi kita ada pelengkap waktu minum kopi, snack gurih, manis dan makanan beratnya antara lain nasi uduk batavia,bakmi ayam, mie goreng tek tek, sop buntut, lontong cap gomeh, soto betawi, nasi goreng kampong, nasi goreng batavia, gado-gado, bubur ayam, mie kuah batavia, nasi kuning, tahu crispy pedas. Snacknya ada jajanan asal Jakarta, kue cubit, singkong goreng, dan masih banyak lagi,”jelas Shara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warung-koffie-batavia_20180411_174708.jpg)