Kontroversi Muntahan Paus Bernilai Miliaran Rupiah, Ternyata Ini Yang Bikin Mahal
Kini benda berupa bongkahan padat itu telah disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam, NTT.

TRIBUNMEDAN.com - Tak pernah terbesit di pikiran Marsel Lopung, benda temuannya di pelabuhan ternyata memiliki nilai jual miliaran rupiah.
Di pelabuhan Sulamu, Kupang, NTT, ia menemukan benda misterius berbau menyengat yang disinyalir sebagai muntahan ikan paus.
Semula, Marsel Lopung -- yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan -- mengira benda itu adalah pelampung.
Perpustakaan Keledai: Kisah Pria yang Bertekad Mengirimkan Buku Hingga Pelosok Desa
Kini benda berupa bongkahan padat itu telah disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam, NTT.
Lantas jika benar itu muntahan paus, apa yang menyebabkannya begitu mahal?
Medio akhir 2017 silam, seorang nelayan mengalami peristiwa serupa yang dialami Marsel.
Penemuan muntahan paus itu bahkan sempat jadi sorotan berbagai media nasional sebab 150 kg muntahan paus itu laku terjual hingga Rp 3 Milyar.
Kerap diolah sebagai bahan baku parfum menyebabkan muntahan pausmemiliki nilai jual begitu tinggi.
Namun perlu diketahui, tidak semua ikan paus dapat menghasilkan muntahan paus yang disebut Ambergris ini.
Ambergris hanya dihasilkan oleh paus sperma.
Dijadikan bahan baku parfum, ambergris tak serta merta berbau harum.
Lazim dikenal sebagai 'muntahan paus', zat yang semula menumpuk dalam usus paus ini ternyata dikeluarkan melalui saluran pembuangan kotorannya.
Meski begitu, ambergris memiliki karakter yang berbeda dengan feses (kotoran).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/muntahan-paus-infografis_20180424_103706.jpg)