Priscilla, Petarung MMA Wanita Berdarah Batak: Satu Hari Saya Akan Jadi Juara Dunia
Priscilla tetap akan memberikan penampilan terbaiknya dan tidak memberikan kesempatan kepada lawannya secuilpun.
TRIBUN-MEDAN.COM - BERTAHUN-tahun olah raga seni bela diri campuran atau Mixed Martial Art (MMA) dipandang sebelah mata dan minim peminat dari kalangan perempuan yang terjun sebagai petarung professional.
Walaupun sudah banyak petarung-petarung wanita dunia mengambil kesempatan dalam laga yang didominasi para kaum pria ini, tetapi masih banyak yang bersikap konservatif terhadap olah raga yang terus berkembang ini terutama di Asia.
Hal itu diungkapkan petarung wanita Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol.
Ketika Priscilla menceritakan kepada teman-temannya ataupun lingkungannya mengenai apa yang dilakukannya dalam hal mencari nafkah maka tidak sedikit yang memandangnya cukup aneh.
Sebenarnya sudah banyak yang kagum dengan karir professional di dunia seni beli diri campuran ini, tetapi masih ada saja yang menganggapnya kurang pantas seorang wanita berlaga di ring MMA, bahkan keluarganya sendiri menyuruhnya untuk berhenti saja.
“Beberapa teman sih dukung saya. Tapi ada juga yang tanya, ‘kapan kamu berhenti? Kan lebih baik cari kerjaan lain dari pada berlaga, karena umur kamu terus bertambah loh.’ Keluarga saya perhatian sekali terhadap keselamatan saya,” kata Priscilla.
Priscilla sedikit demi sedikit telah menepis reputasi negatif terhadap wanita berlaga di olah raga baku hantam sejak dia terjun melakukan latihan bela diri seperti kickboxing dan wushu.
Walaupun dia telah berhasil menjadi juara dunia wushu dan membanggakan negaranya, tetap saja persepsi negatif itu belum juga sirna dari dirinya.
Setelah kariernya menajajaki di dunia seni bela diri campuran lebih setahun yang lalu, Priscilla berpendapat bahwa seorang perempuan tetap bisa memiliki kesempatan untuk sukses di olah raga yang telah didominasi kaum pria ini selama 25 tahun dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil.
“Saya akan terus berkampanye kepada siapapun yang tidak mengerti keindahan dari olah raga ini. Seni bela diri campuran bukan saja mengenai pertarungan. Tetapi tujuan utamanya adalah mengeluarkan potensi diri baik bagi pria maupun perempuan. Sudah banyak bukti yang bisa kita lihat diatas ring maupun didalam cage. Membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit untuk mencapai potensi diri yang maksimal dalam olah raga ini,” terangnya.
Walaupun stigma itu sudah berkurang sedikit demi sedikit, Priscilla melihat peran perempuan dalam olah raga ini tetap masih membutuhkan promosi yang konsisten sekaligus mendorong agar bisa diterima dimasyarakat luas.
“Dibutuhkan kesempatan yang lebih lagi. Menurut saya banyak wanita yang tertarik terhadap olah raga ini dan kita butuh dukungan dari para kaum pria juga dan wanita untuk mendorong para wanita pergi ke gym,” menurut pendapatnya.
Setelah memulai laga debutnya di ONE Championship, Priscilla sekarang menjadi salah stau petarung yang diperhitungkan untuk menjadi kandidat juara dunia kelas Atomweight di ONE Championship.
Wanita berumur 29 tahun asli Jakarta, Indonesia ini telah memenangi dua laga sekaligus dengan mengalahkan petarung wanita Audreylaura Boniface dalam satu ronde saja bulan Januari 2018, lalu kembali mengalahkan petarung Filipina Krisna Limbaga satu bulan berikutnya.
“Ketika kamu sudah mengalami kegagalan, kamu akan mendapat keyakinan diri berikutnya,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/priscilla-hertati-lumban-gaol_20180226_123208.jpg)