Rahasia Kedokteran Yang Luput dari Pandangan Kita

Akibat lebih jauh, banyak orang yang kurang mengerti tentang peran dokter sebagai pelaksananya.

tribunmedan.com
ilustrasi dokter 

Uji klinis adalah penelitian yang dilakukan pada manusia untuk menguji khasiat obat baru, cara pengobatan baru, atau alat bantu kedokteran yang baru. Memang tidak mudah melakukan uji klinis sampai pada tahap diakui secara internasional.

Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Salah satu yang penting adalah subyek atau pasien yang dilibatkan dalam uji klinis harus tahu bahwa tindakan ini baru sebatas penelitian yang disebut uji klinis.

Jadi, pasien tahu pasti bahwa obat atau cara pengobatan ini belum diakui sebagai tindakan pengobatan. Masih ada banyak syarat lain yang harus dipenuhi.

Tetapi saya tidak sedang menjelaskan khusus uji klinis pada tulisan ini.

Karena uji klinis harus dan terus dilakukan, maka beberapa obat atau alat kedokteran yang ternyata tidak bermanfaat atau menimbulkan efek samping berbahaya, akhirnya harus dilarang dan ditarik dari peredaran.

Di luar obat, banyak sekali produk herbal, suplemen, dan kosmetik yang setiap tahun ditarik dari peredaran oleh BPOM.

Beberapa suplemen yang telah diteliti, ternyata mengandung bahan yang seharusnya tidak boleh ada di dalamnya karena dapat menimbulkan akibat buruk. Di Amerika Serikat pun banyak juga produk seperti ini yang kemudian ditarik dari peredaran setiap tahunnya.

Profesi dokter berbeda

Profesi dokter memang berbeda dengan pengobat lain di luar Ilmu Kedokteran atau yang biasa disebut pengobatan alternatif. Karena itu pendidikannya juga berbeda.

Bayangkan saja. Untuk menjadi dokter umum, harus menjalani perkuliahan selama 4 tahun, kemudian 2 tahun berhadapan dengan pasien, tetapi belum berhak menangani pasien.

Lalu setelah bergelar dokter mereka harus menjalankan praktik di bawah pengawasan selama 1 tahun (sebagai perbandingan di Malaysia selama 2 tahun).

Setelah itu baru diizinkan praktik mandiri. Kalau dokter umum akan menjadi dokter spesialis, mereka harus mengikuti Pendidikan Dokter Spesialis yang memerlukan waktu 3-5 tahun sesuai spesialisasinya.

Setiap orang yang lulus menjadi dokter pasti mengucapkan Lafal Sumpah Dokter yang berlaku secara internasional yang intinya berasal dari zaman Hipocrates dulu. 

Praktisi lain di bidang kesehatan memang berbeda. Karena itu mereka bukan dokter, walaupun masyarakat sering tidak dapat membedakan antara dokter dan bukan dokter atau dokter palsu.

Apalagi kalau yang bukan dokter ternyata bergelar Doktor pada ilmu tertentu. Singkatannya Dr, bukan? Andaikata melakukan praktik yang menyangkut kedokteran, saya yakin akan banyak orang menganggap dia dokter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved